Portofolio Kripto BlackRock Melonjak ke US$ 93,9 Miliar di Tengah 'Demam' Borong Ethereum dan Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menurut Arkham Intelligence, Blackrock yang merupakan raksasa manajemen aset asal AS ini menambahkan US$ 2,57 miliar dalam Bitcoin dan US$ 1,76 miliar lagi dalam Ethereum ke dalam portofolio kriptonya pada pekan lalu. Bitcoin kini menyumbang lebih dari 92% dari eksposur kripto BlackRock, dengan total mencapai US$ 85,97 miliar.
Ethereum tidak ketinggalan dalam hal permintaan. Aliran dana institusional ke ETH mencapai US$ 2,12 miliar selama seminggu, hampir dua kali lipat rekor sebelumnya. Produk FETH dari Fidelity bahkan sempat melampaui ETHA BlackRock dalam arus masuk bersih, menarik lebih dari US$ 240 juta hanya dalam lima hari.
Selain token-token utama, BlackRock juga menjajaki token-token yang lebih kecil. Imagen Network, sebuah proyek yang berbasis di Solana, diam-diam telah menjadi portofolio kripto terbesar ketiga BlackRock, yang kini bernilai hampir US$ 446.000.
Sejak awal Juli, portofolio kripto on chain BlackRock telah meningkat sebesar US$ 14,3 miliar naik dari US$ 79,6 miliar menjadi hampir US$ 94 miliar per 22 Juli.
Baca Juga
Sementara itu, soal harga, menilik data Coinmarketcap, Rabu (23/7/2025) pagi harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dengan menembus level US$ 120.000. Namun kini sedikit tergelincir di atas US$ 119.000-an. Bitcoin mulai menguat seiring meningkatnya volume transaksi harian dan kapitalisasi pasar aset kripto terbesar tersebut.
Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$ 2,38 triliun atau naik 2,27% dibanding pekan sebelumnya. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar US$ 78,07 miliar, mengalami lonjakan 14,54%.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin dan Pasar Global Berpotensi Turun, Apa Sebabnya?
Dengan suplai maksimum sebesar 21 juta BTC, saat ini telah beredar sebanyak 19,89 juta BTC di pasar global. Rasio volume terhadap market cap tercatat sebesar 3,32%, menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar seiring reli harga sejak pertengahan Juli.
Dalam periode tujuh hari terakhir, harga BTC sempat menyentuh titik terendah di kisaran US$ 117.000 dan tertinggi mendekati US$ 121.000. Tren penguatan ini menandakan kembalinya sentimen positif investor terhadap aset digital, di tengah optimisme pemulihan ekonomi global dan adopsi institusional yang terus berkembang. Selain itu, juga beredar kabar-kabar positif, salah satunya Trump Media yang mengumumkan telah mengantongi Bitcoin hingga US$ 2 miliar dan bakal menggenjot strategi aset digital.
Bitcoin sendiri telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di level US$ 123.218 pada 14 Juli 2025.

