IHSG Diprediksi Sentuh 7.400 Sepekan, Tiga Saham Ini Layak Direkomendasikan Beli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meyakini bahwa para pelaku pasar makin optimistis memandang pasar saham, sehingga membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali melanjutkan penguatannya.
“Apalagi jika ditambah dengan hasil kinerja emiten yang bagus di kuartal kedua atau semester pertama tahun ini, IHSG diprediksi terus menguat,” imbuh Retail Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Indri Liftiany Travelin Yunus, Senin (21/7/2025)
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,87%, Lima Saham Dipimpin CDIA ARA
Dia memprediksi IHSG bergerak menguat dalam rentang support 7.150 hingga resistance 7.400, setelah sepanjang pekan lalu bergerak bervariasi cenderung menguat dengan total 3,75%.
Pekan lalu, aksi jual investor asing perlahan mereda dan hanya dua sektor yang mengalami pelemahan, sementara sisanya menguat. Sektor yang menjadi pemberat laju IHSG, antara lain sektor consumer cyclicals dengan pelemahan 3,59% karena pelaku pasar mulai meninggalkan saham-saham defensif.
“Para pelaku pasar menilai peluang terjadinya pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada semester II-2025 masih terbuka lebar. Sebanyak 54% di antaranya meyakini, Amerika Serikat akan memangkas suku bunga acuannya pada September mendatang, sehingga Bank Indonesia memiliki prospek yang sama kedepannya," tegas Indri.
Baca Juga
3 Kripto Buatan AS yang Layak Dipantau Setelah RUU GENIUS Diloloskan, Apa Saja?
Kombinasi meredanya aksi jual investor asing, pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, dan prospek penurunan tarif impor AS pun menciptakan momentum beli yang kuat. “Kami melihat peluang signifikan pada saham-saham dengan fundamental solid yang secara teknikal menunjukkan sinyal breakout," imbuh Indri.
Berbicara tentang potensi pergerakan saham pada 21-25 Juli 2025, Indri mengimbau para trader untuk mencermati sejumlah sentimen kunci dari global dan domestik. Fed chair Powell speech akan dinanti untuk mendapatkan gambaran mengenai prospek suku bunga kedepannya.
Pelaku pasar juga akan mencari tahu pertimbangan apa saja yang akan dibawa pada FOMC Meeting berikutnya mengenai prospek arah suku bunga. Selanjutnya sentimen S&P Global Manufacturing PMI Flash Amerika Serikat periode Juli diprediksi melemah 0,5 poin dari level 52,9 ke level 52,4.
Baca Juga
DPR Sebut Penataan Pertambangan Jadi Faktor Penting Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%
Sementara dari domestik, para pelaku pasar menanti hasil kinerja emiten sepanjang kuartal kedua atau semester pertama tahun ini, yang berpotensi menjadi sentimen bagi harga saham emiten tersebut.
Merespons dinamika pasar yang didorong sentimen laporan keuangan sejumlah emiten pada semester I-2025, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan tiga saham berikut:
MDKA
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan beli dengan harga Rp 2.420 dan target Rp 2.700 atau berpotensi naik 11,57%. Namun investor diingatkan untuk menghentikan kerugian (stop loss) bila saham ini menyentuh harga Rp 2.300, setara kerugian 4,96%. Rasio risiko dan keuntungan perdagangan saham ini pun berkisar 1:2,3. “MDKA berhasil breakout garis resistance di level Rp 2.300, candlestick ditutup membentuk marubozu dan bertahan di atas garis EMA 5 dan stochastic oscillator masih membuka peluang bagi MDKA untuk melanjutkan penguatannya,” jelas Indri.
EMTK
Peringkat yang sama juga diberikan pada saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dengan harga Rp 580 dan target Rp 620 atau berpotensi naik 6,9%. Namun investor diingatkan untuk menghentikan kerugian pada harga Rp 560 atau penurunan sekitar 3,45%. Rasio risiko dan keuntungan perdagangan saham ini pun berkisar 1:2. “EMTK tercatat mengalami penguatan lebih dari 18% dalam sepekan dan terjadi volume spike pada perdagangan akhir pekan lalu, serta tercatat dalam sepekan terakhir asing mengoleksi saham ini secara rutin,” sambung Indri.
ISAT
Terakhir, IPOT memberi rekomendasi beli untuk saham Indosat (ISAT) pada harga Rp 2.350 dan target Rp 2.560 atau berpotensi naik 8,94%. Namun investor diperingatkan untuk menghentikan kerugian pada harga Rp 2.250 yang setara penurunan 4,26%. Rasio risiko dan keuntungan perdagangan saham ini pun berkisar 1:2,1. “ISAT telah berhasil keluar dari area konsolidasi panjangnya dan menyentuh level resistance baru. Terlihat telah terjadi pula volume spike dan kenaikan harga signifikan pada dua hari perdagangan terakhir. Stochastic oscillator ISAT masih menunjukkan adanya potensi penguatan yang berlanjut,” pungkasnya.

