Perusahaan Non-Keuangan Alami Perubahan Peringkat, Patra Jasa Diganjar Peringakat AA
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebut sejumlah perubahan peringkat dan/atau outlook terhadap beberapa perusahaan non-keuangan sepanjang semester pertama tahun 2025. Perubahan ini mencerminkan dinamika industri serta kondisi keuangan dan operasional masing-masing perusahaan dalam menghadapi tekanan maupun peluang pasar.
Salah satu perusahaan yang mengalami penurunan peringkat adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di sektor konstruksi. Perusahaan ini mengalami dua kali penurunan peringkat sepanjang periode tersebut. Peringkat awal BB dengan outlook Credit Watch Negative diturunkan menjadi CCC dengan outlook yang sama. Tidak lama kemudian, peringkat tersebut kembali diturunkan menjadi SD (Selective Default), mencerminkan peningkatan risiko gagal bayar.
Disampaikan analis Pefindo Qorri Aina, PT PP Properti Tbk yang bergerak di sektor properti justru mengalami peningkatan peringkat dari SD (Selective Default) menjadi CCC dengan outlook stabil, menunjukkan adanya perbaikan walau masih berada di kategori yang cukup rendah.
Perusahaan properti lainnya, PT Patra Jasa, berhasil meningkatkan peringkat dari A+ dengan outlook stabil menjadi AA dengan outlook yang tetap stabil, mencerminkan kondisi keuangan dan prospek usaha yang lebih kuat.
Baca Juga
Pefindo: Penerbitan Surat Utang Semester I 2025 Masih Didorong Kebutuhan Refinancing
Perubahan positif juga dialami oleh PT Pratama Mitra Sejati dari sektor transportasi yang mempertahankan peringkat A- dengan outlook stabil, namun mendapatkan peningkatan dalam aspek keyakinan pemeringkatan karena tetap konsisten dalam kinerja keuangannya. Sementara itu, PT Adhi Commuter Properti Tbk mengalami penurunan outlook dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkatnya tetap berada di level BBB.
Secara umum, kata Qorri, perubahan peringkat dan outlook ini menunjukkan variasi kinerja antar perusahaan non-keuangan di tengah iklim ekonomi yang masih penuh tantangan. “PT Pefindo menilai dinamika sektor konstruksi dan properti khususnya sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi, tren pendanaan, serta keberhasilan strategi restrukturisasi masing-masing entitas,” ujarnya belum lama ini (Selasa, 15 Juli 2025).

