Dua Saham Terkena Suspensi dengan Alasan Berbeda, Sebaliknya AMMS Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) dipicu alasan berbeda mulai sesi I, Selasa (15/7/2025). Sebaliknya perdagangan saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) dibuka kembali hari ini.
Penghentian sementara perdagangan saham MFIN dipicu atas penurunan drastic harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data saham MFIN telah terjun sebanyak 61,59% menjadi Rp 1.210 dalam sebulan terakhir. Bahkan, dalam empat hari perdagangan terakhir saham MFIN ditutup melorot hingga auto reject bawah (ARB).
Baca Juga
IHSG bisa Lanjut Naik, Empat Saham Dipimpin PANI dan BRMS Layak Dilirik
Sebaliknya suspense saham ASPI dipicu atas penguatan harga mengesankan dalam sebulan terakhir mencapai 135,38% menjadi Rp 306. Bahkan, dalam dua hari perdagangan terakhir terjadi penguatan harga hingga auto reject atas (ARA) atas saham tersebut.
Terkait kabar terakhir MFIN, yaitu direalisasikannya merger atau penggabungan usaha dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). Merger kedua perusahaan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penggabungan dilakukan karen MUFG Bank Ltd selaku pemegang 82,26% saham MFIN juga tercatat sebagai pengendali saham ADMF. ADMF juga menguasai sebanyak 10% saham MFIN.
Baca Juga
BREN hingga CUAN Berpeluang Masuk Indeks MSCI, Dana Asing Siap Mengalir
Sedangkan penguatan harga saham Asla Land (ASPI) disebut manajemen tak terkait dengan rencana aksi korporasi perseroan dan aktivitas pemegang saham pengendali. Sebab, perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat. Begitu juga dengan pemegang saham utama tak mengalami perubahan hingga kini.
Saham AMMS sebelumnya terkena suspensi perdagangan sejak 1 Juli 2025 dipicu atas tak dipenuhinya ketentuan penyampaian laporan keuangan tahun buku 2024. Akibatnya perdagangan saham yang dicatatkan di papan akselerasi ini dihentikan sementara.

