Poin Penting
| ● |
Bitcoin Tembus ATH Baru US$ 120.980, Didorong Permintaan Institusional |
| ● |
Pasar Masih Sehat dan Potensi Kenaikan Lanjutan Terbuka Lebar |
| ● |
Minat Investor Ritel Meningkat, Tapi Volatilitas Tetap Jadi Risiko |
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) terus menggemparkan pasar dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (
all time high/ATH) US$ 120.980 atau sekitar Rp 1,96 miliar pada Senin (14/7/2025) pukul 10.45 WIB menurut
Coinmarketcap. Lonjakan ini memperpanjang reli harga yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari institusi dan investor ritel, yang mendorong banyak pihak memantau perkembangan kripto secara lebih serius.
Analyst Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, Bitcoin kembali mencetak rekor baru dengan menembus level di atas US$ 120.000 pada 14 Juli 2025. Lonjakan harga ini sebagian besar dipicu oleh permintaan institusional yang sangat kuat, terutama dari ETF spot Bitcoin milik BlackRock, IBIT, yang kini mengelola lebih dari 700.000 BTC dengan total aset mencapai US$ 83 miliar. Ini menjadikannya ETF dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah dan menunjukkan betapa seriusnya adopsi institusional terhadap Bitcoin saat ini. Permintaan tinggi dari institusi secara tidak langsung menyerap pasokan pasar, menciptakan dinamika kelangkaan yang memperkuat tekanan beli.
Dari sisi fundamental, kondisi pasar saat ini masih tergolong sehat. Indikator on chain seperti Long-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) masih berada di level 0.69, di bawah ambang batas euforia 0,75 yang biasanya menandai puncak pasar. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang jangka panjang belum tergoda untuk menjual, dan tekanan jual masih minim. Selain itu, jumlah alamat akumulatif wallet yang konsisten menambah kepemilikan BTCtelah meningkat tajam dan kini menampung lebih dari 250.000 BTC, tertinggi sejak awal 2024. Aktivitas jaringan juga terus tumbuh tanpa tanda-tanda panic selling, mencerminkan sentimen pasar yang positif namun tetap rasional.
Secara teknikal, kata Fyqieh breakout di atas US$ 118.000 mengonfirmasi pola bullish lanjutan, dan target harga berikutnya berdasarkan Fibonacci extension berada di kisaran US$ 125.000 hingga US$ 132.500. Momentum kuat ini juga didukung oleh sentimen positif dari sisi regulasi, dengan rencana pembahasan tiga RUU (CLARITY, GENIUS, anti-CBDC) penting di AS yang bisa memberikan kepastian hukum lebih jelas bagi ekosistem kripto. Kemudian pasar akan mengantisipasi volatilitas minggu ini karena The Fed akan meninjau data inflasi CPI dan PPI untuk menentukan kebijakan moneter ke depan.
"Jadi, apakah sekarang masih saat yang tepat untuk membeli Bitcoin? Dari sudut pandang jangka menengah hingga panjang, jawabannya adalah ya. Pasar belum menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, dan banyak data mendukung kemungkinan adanya ruang kenaikan lanjutan. Bagi yang sudah memiliki BTC, strategi terbaik saat ini adalah hold. Sementara bagi yang belum masuk, pembelian secara bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pendekatan yang bijak," kata Fyqieh kepada investortrust.id, Senin (14/7/2025).
Di sisi lain, untuk trader jangka pendek yang sudah menikmati keuntungan signifikan, mengambil sebagian profit adalah langkah yang wajar. Namun ia tidak menyarankan keluar sepenuhnya karena tren besar masih mengarah ke atas.
Akselerasi reli Bitcoin menandai titik penting dalam sejarah cryptocurrency, menciptakan diskusi baru tentang masa depan aset digital global. Melansir Pintu, Senin (14/7/2025), lonjakan harga Bitcoin dipengaruhi oleh sentimen positif yang berasal dari berbagai faktor. Salah satunya adalah meningkatnya kepercayaan investor institusional, yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan di bursa global.
Institusi keuangan besar mulai meningkatkan eksposur pada BTC, memperkuat optimisme di kalangan pelaku pasar dan menarik minat investor ritel untuk ikut serta. Selain itu, adopsi teknologi blockchain yang semakin meluas di berbagai sektor juga ikut mendukung reli harga Bitcoin.
Perusahaan besar dari berbagai industri mulai mengumumkan integrasi solusi berbasis blockchain, sehingga memperkuat posisi cryptocurrency sebagai bagian dari ekosistem keuangan masa depan. Dengan demikian, sentimen pasar yang terus membaik turut berperan dalam menjaga momentum kenaikan harga kripto.
Kenaikan harga Bitcoin secara signifikan telah memicu lonjakan harga pada aset kripto lain seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Ripple (XRP). Banyak trader dan investor yang sebelumnya masih ragu kini mulai kembali masuk ke pasar, meningkatkan likuiditas dan aktivitas perdagangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, volatilitas yang tinggi tetap menjadi risiko utama, di mana koreksi harga dapat terjadi sewaktu-waktu. Reli harga BTC juga menimbulkan fenomena short squeeze, di mana trader yang mengambil posisi jual (short) terpaksa menutup posisi akibat kenaikan harga mendadak.
Likuidasi massal ini berkontribusi pada percepatan kenaikan harga, seperti yang sebelumnya terjadi pada lonjakan ke US$ 118.000. Dengan harga Bitcoin terus naik, pelaku pasar kini lebih berhati-hati dalam menggunakan leverage dan manajemen risiko di platform perdagangan kripto.
Sementara itu, komunitas kripto menyambut kenaikan harga ini dengan antusiasme tinggi, baik di media sosial maupun forum diskusi online. Banyak yang percaya bahwa lonjakan ke US$ 119.000 bisa menjadi awal dari siklus bull run berikutnya, meski sejumlah analis mengingatkan potensi koreksi tajam. Mereka menyoroti pentingnya analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas ekstrim seperti ini.
Sejumlah analis juga menilai, pertumbuhan minat institusional serta semakin banyaknya negara yang mulai menyusun regulasi pro kripto menjadi katalis penting reli kali ini. Namun, mereka tetap mengingatkan agar investor berhati-hati terhadap potensi manipulasi pasar dan berita palsu yang kerap muncul saat harga BTC melonjak tajam.