Tak Hanya Bitcoin, Harga Ethereum dan Solana Diyakini ‘To The Moon’
JAKARTA, investortrust.id - Tidak hanya Bitcoin (BTC) yang mengalami kenaikan, alternative coin (altcoin) diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi Bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya "altseason" atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan Bitcoin.
“Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin,” ucap Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha dalam risetnya, Selasa (29/10/2024).
Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason. “Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat,” lanjut Panji.
Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.
Menilik data Coinmarketcap, Selasa pukul 10.25 WIB harga BTC terpantau berada di US$ 71.153 usai menguat 4,83% dalam sehari atau naik 5,62% dalam sepekan. Seiring, Ethereum (ETH) juga naik 4,92% dalam sehari namun turun 1,12% dalam sepekan. BNB naik 3,07% dalam sehari, Solana (SOL) dan XRP juga naik masing-masing 2,51% dan 1,83%.
Baca Juga
Koin Kripto Ngamuk Jelang Pemilu AS Pekan Depan, Bitcoin Bakal Pecahkan Rekor Tertinggi Baru?
Di sisi lain, Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah berhasil menembus level harga US$ 70.000 pada Selasa (29/10/2024) pukul 05.00 WIB, mencapai posisi tertinggi sejak Juli lalu. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin menguat 3,10%, sementara secara year to date (YTD), kenaikannya tercatat sekitar 66%.
Momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang, yang diperkirakan akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.
Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen risk on di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik
“Dari perspektif teknikal, Bitcoin (BTC) berhasil breakout dari resistance trendline dan resistance di US$ 69.00. Jika BTC dapat bertahan di atas level support US$ 69.000, ada potensi lanjut menguat hingga level US$ 72.000, yang terakhir kali dicapai pada 7 Juni 2024,” kata Panji.
Baca Juga
Fantastis, Pajak dari Kripto Indonesia Hampir Tembus Rp 1 Triliun
Pengaruh ETF
Dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun. “ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko,” ujar Panji.
Hingga kini, momentum positif ETF Bitcoin spot masih berlanjut dan juga mengalami lonjakan arus masuk hingga US$ 997 juta dalam periode perdagangan 21 -25 Oktober 2024, dikutip dari SoSo Value.
Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$ 73.737 pada bulan Maret, tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti Bitcoin.
“Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” jelas Panji. Ini pula yang membuat Bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi, Bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika Bitcoin berhasil bertahan di atas level US$ 70.000.
Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang Pemilu AS akan menjadi penentu apakah Bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

