IHSG Berpotensi Menguat Awal Pekan Ini, Tiga Saham Berikut Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/7/2025), diprediksi lanjutkan penguatan menuju 7.105 atau mengikuti tren kenaikan pekan lalu. Tiga saham pilihan hari ini adalah PTRO, BBTN, dan BRPT.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal terjadi perubahan trend jangka pendek IHSG setelah terdapat pola cup & handle pattern dengan target resistance di 7105. Pergerakan indeks dipengaruhi sentimen pekan ini mencakup potensi penurunan BI Rate serta kebijakan baru MSCI terhadap saham-saham terkena UMA.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham global pekan lalu, yaitu Dow Jones ditutup melemah 0,63%. Penurunan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,33% dan Nasdaq sebanyak 0,22%. Begitu juga dengan bursa saham Eropa ditutup cenderung melemah sepanjang akhir pekan lalu.
Di tengah potensi penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy on breakout (BOB) saham PTRO dengan target harga Rp 3.550-3.880, saham BBTN dengan target harga Rp 1.220-1.275, dan BRPT dengan target harga Rp 1.850-1.945. Sebaliknya saham MAPA direkomendasikan jual.
IHSG pekan lalu berhasil torehkan penguatan pesat mencapai 182,24 poin (2,65%) menjadi 7.047,43. Kenaikan harga juga diimbangi dengan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian saham lebih dari Rp 10 triliun.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie: Kesepakatan Indonesia - EU CEPA akan Dongkrak Nilai Perdagangan
Kenaikan tersebut ditopang listing delapan saham baru setelah 6 saham berhasil mencatat kenaikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA) pekan ini. Penguatan indeks tersebut juga ditopang kenaikan sebanyak 484 saham yang menguasai 53% kapitalisasi pasar saham. Sebaliknya hanya 238 saham yang cetak penurunan dan sebanyak 246 saham ditutup stagnan.
Penguatan tersebut juga ditopang penguatan pesat lima saham kapitalisasi pasar jumbo berikut, yaitu kenaikan sebanyak 5,72% saham BBRI, sebanyak 4,85% saham BMRI, sebanyak 16,13% saham BRPT, sebanyak 7,02% saham BREN, dan sebanyak 3,8% sahamm TLKM. Kenaikan juga ditopang penguatan seluruh sektor saham, terbesar saham sektor infrastruktur naik 6,51%, sektor keuangan 3,30%, sektor energi 3,85%, sektor material dasar 3,23%, dan sektor property 3%.
Meski IHSG mencatatkan lompatan hingga berada di atas level 7.000, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,87 triliun. Nilai net sell tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pekan lalu sebanyak Rp 2,77 triliun.

