Target Kinerja Keuangan dan Saham MAP Aktif (MAPA) Dipangkas, Ini Pemicunya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan dan saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dipicu atas penurunan jumlah toko baru yang bakal dibuka, peluang penurunan margin keuntungan akibat agresifnya promo, dan penurunan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS).
BRI danareksa Sekuritas memangkas turun target pendapatan perseroan tahun ini dari semula Rp 19,78 triliun menjadi Rp 18,25 triliun. Proyeksi laba bersih juga direvisi turun dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,26 triliun. Margin keuntungan bersih juga direvisi turun dari perkiraan awal 7,7% menjadi 6,9% tahun 2025.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, PTRO dan Dua Saham Ini Direkomendasikan Beli
Sejalan dengan penurunan proyeksi kinerja keuangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target saham MAPA dari semulai Rp 1.250 menjadi Rp 970. Meski dipangkas, rekomendasi saham MAPA dipertahankan dengan rekomendasi beli.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim mengatakan, strategi efisiensi bersamaan dengan normalisasi ekspansi akan menjadi penopang kinerja keuangan MAPA tahun ini. "Strategi fase normalisasi ekspansi, konsolidasi, dan efisiensi diharapkan menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan MAPA pada 2026," tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Terkait penjualan, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, MAPA mulai menghadapi perlambatan pada kuartal II-2025, dibandingkan dengan kenaikan penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) sebesar 2,9% di kuartal I-2025. Hal ini dipengaruhi pelemahan permintaan konsumen pada April dengan perbaikan tipis pada Mei. Permintaan diprediksi mulai membaik pada Juni, seiring momentum masuk sekolah dan beberapa event besar seperti lomba lari.
Baca Juga
Pemulihan, terang Sabela Nur Amalina dan Christy Halim, diharapkan mulai pulih terealisasi secara bertahap pada kuartal III dan IV 2025 dengan harapan belanja konsumen yang kembali meningkat.
Tahun ini, perseroan kemungkinan hanya membuka sebanyak 700 gerai bruto (dibandingkan 983 gerai tahun lalu). Beberapa langkah efisiensi yang diambil meliputi pengurangan belanja promosi, peningkatan otomatisasi, dan penjadwalan tenaga kerja yang lebih optimal.

