‘Oversubscribe’, Saham Diastika Biotekindo (CHEK) Langsung ARA
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) dibuka menguat 34,37% menjadi Rp 172 saat pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/7/2025). Kenaikan ini, menghentikan pergerakan harga saham perseroan karena pemberlakuan auto reject atas (ARA).
“Langkah strategis perseroan melantai di BEI merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk memperkuat struktur pendanaan dan memperkuat tata kelola perusahaan,” ujar Direktur Utama Diastika Biotekindo FX Yoshua Raintjung di main hall Gedung BEI, Kamis (10/7/2025).
Awalnya, perseroan menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 815 juta saham atau 20,04% dari total modal ditempatkan dan disetor. Setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat dibanderol harga Rp 128.
Baca Juga
Trimitra Trans (BLOG) Langsung Tancap Gas di Hari Pertama Listing, Intip Target Pendapatan Ini
Dengan jumlah penawaran umum sebesar Rp 104,32 miliar, perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) pada penjatahan terpusat. Perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 47,43 juta saham.
Alhasil, jumlah keseluruhan IPO saham CHEK adalah sebanyak-banyaknya 862,43 juta saham biasa atas nama dengan nilai keseluruhan sebanyak-banyaknya Rp 110,39 miliar.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor alat kesehatan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas selaku lead underwriter.
Perseroan berfokus pada penyedia alat & reagen diagnostik klinik menyediakan peralatan dan reagen untuk laboratorium klinik rumah sakit maupun alat kesehatan, termasuk sistem untuk deteksi, diagnosis, dan monitoring berbagai penyakit. Diastika Biotekindo menjadi distributor utama untuk merek internasional, seperti Bio-Rad Clinical Diagnostics, serta Thermo Fisher Scientific, dan lainnya.
Sebagai distributor produk ilmu hayati (live science), perseroan juga menyediakan peralatan dan reagen untuk riset dan sains, seperti PCR, sekuensing, dan lainnya dalam ranah life-science.
Baca Juga
Merry Riana Edukasi (MERI) Resmi Melantai di BEI, Saham Melonjak 34% di Hari Pertama
Pada 2023, pendapatan bersih Diastika Biotekindo tumbuh 9,9% (yoy), dan melonjak signifikan sebesar 19,9% (yoy) pada akhir 2024.
"Kinerja keuangan yang terus menunjukkan tren positif menjadi fondasi utama langkah ini (IPO). Capaian ini mencerminkan solidnya fundamental bisnis, serta kepercayaan pasar terhadap arah pertumbuhan perseroan dan potensi tumbuh 10–20% per tahun dengan ekspansi OEM (DB-hem3, reagen lokal),” papar Yoshua.
Optimisme tersebut, turut didukung sertifikasi TKDN, serta proyek pemerintah dalam strategi kombinasi produk global dan pengembangan merek lokal.
“Saya optimistis dengan prospek industri kesehatan saat ini, pasar alat kesehatan dan diagnostik molekuler di Indonesia tumbuh pesat pasca-COVID dan seiring tren personalisasi pengobatan," sambung Yoshua.
Manajemen yakin, pemerintah masih akan mendorong penggunaan produk lokal atau TKDN dan industri substitusi impor. Sementara, perseroan aktif di segmen pemeriksaan HbA1c untuk diabetes sebagai penyakit kronis yang terus meningkat.
Baca Juga
Saham Prima Multi (PMUI) Resmi Masuk BEI, Harga Langsung Terjun ARB
Kemudian next generation sequencing (NGS) atau pemeriksaan untuk deteksi genetik, kanker. Perseroan juga mengelola bisnis produk PCR yang dibutuhkan industri makanan dan farmasi.
“Segmen tersebut berada di jalur pertumbuhan yang tinggi. Perseroan berpotensi menjadi pemain nasional utama dalam alat diagnostik dan riset," klaim Yoshua.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan. Antara lain untuk biaya-biaya terkait, pembelian barang dagangan, biaya angkut, biaya kantor, biaya penjualan, biaya sewa, dan lainnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Lotus Andalan Sekuritas (Lotus) Wientoro Prasetyo, selaku penjamin pelaksana emisi efek, memaparkan bahwa perseroan mendapatkan izin pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 18 Juni 2025.

