Gemparkan Dunia Kripto, AI Diduga Bobol Kunci Privat Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Baru-baru ini, muncul kabar yang menggemparkan dunia kripto bahwa alat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah berhasil membobol kunci privat Bitcoin (BTC).
Isu ini mencuat setelah beberapa dompet Bitcoin yang telah lama tidak aktif tiba-tiba memindahkan miliaran dolar AS senilai BTC. Total 70.000 BTC, senilai sekitar US$ 7,6 miliar, dipindahkan oleh dompet-dompet yang telah tidak bergerak selama lebih dari 14 tahun.
Melansir dari Pintu, Senin (7/7/2025), kabar ini berawal dari sebuah cuitan oleh influencer Crypto Bitlord7 yang menyatakan bahwa teknologi AI canggih sedang menargetkan alamat-alamat besar untuk membobol kunci privat Bitcoin (BTC). Pernyataan ini langsung menarik perhatian para pedagang dan analis kripto.
Menurut laporan sebelumnya, setiap dompet tersebut memindahkan tepat 10.000 BTC ke alamat baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Dompet-dompet ini berasal dari bulan April dan Mei 2011, ketika harga Bitcoin (BTC) masih di bawah US$ 1.
Salah satu dompet, dengan alamat awal “12tLs9c9…,” pertama kali menerima 10.000 BTC ketika harga Bitcoin (BTC) hanya US$ 0,78. Dengan harga saat ini, koin-koin tersebut masing-masing bernilai lebih dari US$ 1 miliar.
Walaupun spekulasi ini menyebar luas, para ahli dengan tegas membantah kemungkinan AI dapat membobol kunci privat Bitcoin (BTC). Mihailo Bjelic, salah satu pendiri Polygon menanggapi rumor tersebut dengan menyatakan bahwa tidak mungkin AI dapat membobol kunci privat Bitcoin (BTC), dan menyebutnya sebagai berita palsu yang tidak masuk akal.
Sementara itu, analisis aktivitas blockchain juga menunjukkan bahwa tidak ada indikasi adanya peretasan. Para analis mencatat bahwa transfer tersebut tampak manual, bukan otomatis. Koin-koin tersebut tidak dikirim ke bursa, yang biasanya terjadi jika ada upaya peretasan yang ingin segera menjual aset tersebut.
Beberapa pengguna lain berspekulasi bahwa mungkin ada orang yang berhasil mendapatkan akses ke file dompet lama atau membeli kredensial yang telah ada. Namun, tidak ada bukti konkret yang mendukung teori ini. Dompet seperti “1KbrSKr…,” “1P1iThx…,” dan beberapa lainnya dikenal sebagai alamat OG, yang berarti kemungkinan besar mereka dimiliki oleh pengadopsi awal Bitcoin (BTC), bukan oleh peretas.
Baca Juga
Antusiasme Investor Tinggi, IPO Indokripto Koin Semesta (COIN) "Oversubscribed" Lebih Dari 70 Kali
Gerakan besar dalam dompet Bitcoin (BTC) ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, pada awal tahun ini, lebih dari 62.800 BTC yang telah tidak tersentuh selama lebih dari tujuh tahun juga dipindahkan. Meskipun transfer terbaru ini lebih besar, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya peretasan atau keterlibatan AI. Empat dari delapan dompet tersebut masih tetap tidak aktif.
Walaupun ada banyak spekulasi dan teori yang beredar, belum ada bukti yang mendukung klaim bahwa AI telah membobol kunci privat Bitcoin (BTC). Para pemilik dompet masih belum diketahui, dan sejauh ini, tidak ada tanda-tanda adanya tindakan curang. Ini menunjukkan pentingnya menjaga keamanan informasi dan kredensial dalam dunia kripto yang penuh dengan ketidakpastian ini.

