Vodafone Berambisi Integrasikan Dompet Kripto dengan SIM Ponsel
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Inggris, Vodafone, berencana menghadirkan teknologi blockchain kepada para pengguna smartphone melalui integrasi dompet mata uang kripto dengan kartu SIM (subscriber identity module).
Mengutip Cointelegraph, langkah ambisius ini dikabarkan akan melibatkan Vodafone Idea, sebuah entitas terpisah yang beroperasi di India yang mana sebanyak 45% sahamnya dimiliki oleh Group Vodafone. Dengan melakukan pinjaman hampir US$ 3 miliar, termasuk pinjaman US$ 1,8 miliar selama dua tahun ke depan.
Baca Juga
JP Morgan: Penjualan Pasar Kripto Didorong oleh Investor Ritel
Pimpinan Vodafone Blockchain David Palmer mengamini rencana integrasi teknologi blockchain ke dalam kartu SIM smartphone. Hal ini diungkapkan dalam wawancaranya belum lama ini dengan Yahoo Finance Future Focus.
“Kami fokus untuk menghubungkan kartu SIM ke identitas digital, menghubungkan kartu SIM ke blockchain dan menggunakan kriptografi yang kami miliki di kartu SIM tersebut untuk integrasi,” ujarnya, seperti dikutip dari Cointelegraph, Senin (6/5/2024).
Palmer memperkirakan, ada sekitar delapan miliar smartphone yang digunakan pada 2030 dan diprediksi dompet kripto menjadi 5,6 miliar di waktu yang sama. Pengguna smartphone ini mencakup sekitar 70% dari total orang yang ada di bumi.
Baca Juga
Bappepti Catat 35 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto dan Terbitkan Izin 545 Koin
Sementara itu, upaya ini bukan kali pertama bagi sebuah perusahaan berupaya untuk menggabungkan teknologi ponsel dengan perangkat keras blockchain. Pada 2019, startup asal Amerika Serikat (AS) yaitu VaultTel juga mengumumkan ambisinya untuk membuat dompet fisik yang dapat dimasukan ke dalam slot SIM smartphone.
Di sisi lain, sebelumnya Vodafone telah menandatangani kerjasama strategis selama satu dekade dengan Microsoft untuk menghadirkan layanan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif untuk pelanggannya.

