IHSG Berpeluang Technical Rebound Hari Ini Usai Proses IPO Saham Sejumlah Emiten Rampung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/7/2025), berpeluang terjadi technical rebound dengan saham pilihan BRIS, MBMA, dan INCO setelah rampungnya sejumlah proses IPO saham atau sudah memasuki masa penjatahan. Namun secara teknikal terbuka peluang indeks menguji area support minor level 6.840.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG berpeluang menguji area support minor di level 6.840. “Harapan akan kembalinya likuiditas ke pasar reguler pasca rampungnya sejumlah proses IPO yang telah memasuki masa penjatahan, sehingga bisa tebruka technical rebound dalam waktu dekat,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Presiden Lula Sebut BRICS sebagai Pewaris Semangat Konferensi Bandung 1955
Sedangkan pasar saham Wall Street semalam ditutup karena memperingati perayaan Independence Day. Bursa saham Eropa ditutup bergerak bervariasi dan begitu juga dengan bursa saham Asia.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli tiga saham berikut, yaitu saham BRIS dengan target harga Rp 2.640-2.750, MBMA dengan target harga Rp 490-535, dan INCO dengan target harga Rp 2.640-3.880. Sebaliknya saham TLKM direkomendasikan jual.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup melemah sebanyak 32,20 poin (0,47%) menjadi 3.865,19. Penurunan tersebut juga disertai dengan berlanjutnya penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 2,77 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan pelmahan nilai rata-rata transaksi saham juga mengalampi penurunan signifikan pekan lalu menjadi Rp 13,15 triliun dan berlanjut pekan ini dengan nilai rata-rata menjadi 10,39 triliun.
Baca Juga
Menkeu AS Sentil Negara yang Gagal Bernegosiasi: Tarif Bisa Kembali ke Level ‘Liberation Day’
Penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,83%, sektor teknolologi 1,09%, dan sektor property 0,42%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar 2,80%, sektor konsumer primer 3,24%, dan kesehatan 2,43%. Penurunan indeks pekan ini juga dipicu atas pelemahan sebanyak 355 saham.
Sedangkan tiga saham penyumbang utama penurunan indeks datang dari penurunan saham PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 4,18%, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 5,67%, dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,95%. Sebaliknya tiga saham yang menahan indeks dari kejatuhan adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), an PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

