Surge (WIFI) Target Sambungkan 25 Juta Rumah, Sasar Pangsa Pasar Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge akan ikut mempercepat pemerataan jaringan digital di Indonesia. Melalui proyek jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access, Surge menargetkan untuk menghubungkan 25 juta rumah secara nasional dalam 5 tahun ke depan.
Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, menyampaikan bahwa proyek strategis ini akan diawali dengan pembangunan 5 juta sambungan perdana di Pulau Jawa tahun pertama.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Eksekusi Dua Aksi Korporasi Bernilai Rp 8,4 Triliun, Dananya Untuk Ini
"Kami tengah membangun jaringan yang akan menghubungkan hingga 25 juta rumah, dimulai dengan tahap awal yaitu 5 juta sambunga untuk tahun pertama ini di Pulau Jawa," kata Yune di Jakarta, belum lama ini.
Proyek ini bukan sekadar investasi infrastruktur, menurut dia, tetapi bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia yang inklusif. "Kami tidak hanya membangun internet, kami juga membangun harapan. Kami tidak hanya menyambungkan rumah, tapi juga mewujudkan mimpi," tuturnya.
Surge (WIFI) menyasar segmen strategis yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh layanan digital berkualitas, seperti UMKM, sekolah, dan pasar tradisional. Lebih dari 85% pelaku ekonomi di Indonesia adalah UMKM, dan merekalah yang akan paling merasakan manfaat langsung dari perluasan konektivitas ini.
Baca Juga
Meski Laba Melesat, Surge (WIFI) Pilih Bagikan Dividen Segini
"Surge hadir untuk menjawab tantangan ini. Dengan harga langganan hanya Rp 100 ribu per bulan dan kecepatan hingga 200 Mbps, kami ingin menjangkau 15 juta UMKM, 100 ribu sekolah, dan 10 ribu pasar tradisional," ungkap Yune.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, manajemen akan menggunakan dana senilai Rp 5,8 triliun yang diperoleh dari rights issue untuk membangun 4 juta homepass FTTH di Pulau Jawa. Aksi ini akan dimulai pada kuartal II tahun ini.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Gandeng Telkom (TLKM) dan TIF Sepakati Pengembangan Infrastruktur Ini
Langkah besar ini menandai babak baru dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia bukan hanya sebagai tulang punggung ekonomi masa depan, tetapi juga sebagai jembatan untuk mewujudkan impian setiap rumah tangga dan pelaku usaha di pelosok negeri.
Surge kini menjadi perusahaan yang dikendalikan adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Hashim melalui PT Arsari Sentra Data dengan menggenggam sebanyak 45% saham PT Investasi Sukses Bersama (ISB), yaitu pengendali dengan kepemilikan 50,37% saham WIFI.

