Potensi PLTA 7,4 MW, 3 Bendungan Waskita (WSKT) Masuk Radar Investasi Kementerian PU
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menawarkan sembilan proyek infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai total Rp 90 triliun kepada investor.
Di antara proyek-proyek tersebut, tiga merupakan bendungan strategis hasil karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yaitu Bendungan Way Sekampung di Lampung, Tapin di Kalimantan Selatan, dan Leuwikeris di Jawa Barat.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa kebutuhan pembiayaan infrastruktur nasional mencapai Rp 1.900 triliun, sementara kapasitas fiskal pemerintah hanya mampu menutup sekitar 60%-nya. Karena itu, skema KPBU menjadi solusi utama untuk menggandeng investor swasta maupun mitra internasional.
Pemerintah menilai, tiga proyek bendungan yang dikerjakan Waskita tersebut layak untuk investasi karena berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydroprower dengan kapasitas di atas 1 MegaWatt (MW). Sebut saja Way Sekampung yang berkapasitas sebesar 5,4 MW, lalu Leuwikeris 7,4 MW, serta Tapin 2,7 MW.
Baca Juga
Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru di IKN, Nilainya Segini
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyatakan, selain mendorong swasembada pangan, ketiga bendungan itu memang dibangun untuk mendukung ketahanan energi. Bendungan Tapin yang diresmikan pada 2021 misalnya, kini sudah difungsikan sebagai PLTA.
"Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 64 tahun, kami terus mendukung berbagai program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur. Kami bangga proyek yang kami bangun ini dapat membuka investasi masuk," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa, (1/7/2025).
Ermy menambahkan, Tapin pun dirancang menjadi bendungan multifungsi. Tidak hanya mampu membangkitkan listrik, proyek senilai Rp 986,5 miliar ini juga dapat mereduksi banjir sebesar 107 meter kubik per detik (m3/dt).
Kapasitas tampung yang besar hingga 56,7 m3 membuat Tapin berperan penting dalam ketahanan pangan dengan penyediaan irigasi seluas 5.472 hektar (ha). Bahkan turut berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian dan pariwisata.
Manfaat tersebut dimiliki pula oleh Way Sekampung. Bendungan senilai Rp1,78 triliun yang diresmikan pula pada 2021 itu mempunyai kapasitas sebanyak 68 juta m3 dan bisa menyediakan air irigasi hingga 55.373 ha.
"Dengan adanya Way Sekampung, produksi pertanian meningkat karena memungkinkan intensitas tanam sebanyak tiga kali dalam setahun. Bendungan terbesar di Lampung dengan luas 17.334 ha ini merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya air dan irigasi yang akan terus dilanjutkan demi mendukung pertanian berkelanjutan," jelas Ermy.
Baca Juga
Berencana Divestasi 3 Ruas Tol, Anak Usaha Waskita Karya (WSKT) Tunggu Arahan Danantara
Pada 2024 lalu, sambung dia, pemerintah baru saja meresmikan Bendungan Leuwikeris yang kapasitas tampungnya mencapai 81 juta m3. Maka, proyek senilai Rp3,5 triliun ini mampu menyuplai air irigasi ke lahan persawahan di Kabupaten Ciamis dan Cilacap.
"Ke depannya, Waskita Karya akan terus mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur nasional. Perseroan meyakini, pemerataan ekonomi dapat terwujud melalui pembangunan infrastruktur yang juga semakin merata," tuturnya.

