Petrindo Jaya (CUAN) Dapat Izin Stock Split 1:10, Bagaimana Prospek Harganya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) resmi mengantongi persetujuan pemecahan nominal saham atau stock split dengan rasio 1:10. Aksi korporasi ini disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025 dan akan efektif berlaku mulai 10 Juli 2025.
Pasca pengumuman, saham CUAN langsung melonjak 5,66% ke posisi Rp 12.600 per saham. Secara bulanan, harga saham telah mencatatkan kenaikan 11,75%, mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap aksi korporasi tersebut.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 202,02 Miliar, Petrindo Jaya (CUAN) kembali Tambah Ratusan Juta Saham Petrosea (PTRO)
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, pemecahan saham ini akan meningkatkan likuiditas dan akses investor ritel, serta mempertegas strategi ekspansi CUAN di sektor pertambangan dan energi.
Terkait dampaknya terhadap harga saham, dia mengatakan, secara teknikal, CUAN tengah menguji level resistance Rp 13.375. Jika tembus, harga saham berpotensi melanjutkan penguatan ke Rp 14.500–15.000 sebelum stock split. Setelah pemecahan, saham diperkirakan berada di kisaran Rp 1.300–1.500, dengan potensi naik lebih lanjut ke Rp 1.800 per saham dalam jangka menengah.
Baca Juga
Petrindo Jaya (CUAN) Umumkan Lompatan Laba 929,32% di 2024, Sahamnya Langsung Meroket
Emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (CUAN) ini memiliki portofolio bisnis tambang yang terdiversifikasi, mencakup batu bara termal, batu bara metalurgi, emas, dan pasir silika. Selain itu, CUAN aktif dalam jasa dan infrastruktur pertambangan seperti melalui entitas POSB dan ISP, memperkuat posisinya di seluruh rantai industri.
Hendra menyarankan investor untuk mulai mencermati saham CUAN menjelang stock split dengan strategi akumulasi bertahap atau buy on breakout, sementara pemegang saham eksisting disarankan untuk hold dengan trailing stop guna mengamankan profit.

