Dukung Petani Plasma, Bakrie Plantations (UNSP) dan BNI (BBNI) Teken MoU KUR dengan Potensi Pembiayaan Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani plasma dan program kemitraan strategis. Potensi pembiayaan tersebut mencapai Rp 1 triliun.
“Penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret perseroan dalam mendukung pembiayaan produktif sektor perkebunan kelapa sawit nasional,” kata Presiden Direktur Bakrie Sumatera Plantations, Bayu Irianto dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Jumat (20/6/2025).
Selain Bayu Irianto, acara penandatanganan MoU yang berlangsung di Jakarta, Jumat (20/6/2025), itu antara lain dihadiri Wakil Direktur Utama Bakrie Sumatera Plantations Vinayaka BS, Department Head Divisi Enterprise Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Annisa Milana, dan Division Head Divisi Business Program PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sunarna Eka Nugraha.
Baca Juga
Melonjak 431%, Laba Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Tembus Rp 139 Miliar
Menurut Bayu Irianto, terdapat lima entitas Grup Bakrie yang menjadi bagian dari kerja sama strategis ini, meliputi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (Kisaran, Sumatra Utara), PT Grahadura Leidongprima (Aek Kanopan, Sumatra Utara), PT Agrowiyana (Tanjung Jabung Barat, Jambi), PT Sumbertama Nusapertiwi (Muaro Jambi, Jambi), serta PT Bakrie Pasaman Plantations (Pasaman, Sumatra Barat).
“BNI melihat potensi pembiayaan mencapai Rp 1 triliun untuk mendukung sedikitnya 13.400 petani dengan lahan plasma kemitraan seluas total 19.406 ha. Program ini tersebar di berbagai wilayah operasional entitas Grup Bakrie, yakni Sumatra Utara, Jambi, dan Sumatra Barat,” tutur dia.
Bayu mengungkapkan, melalui kemitraan strategis ini, Bakrie Plantations dan BNI mempertegas komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional melalui dukungan terhadap sektor perkebunan berkelanjutan.
Dia menjelaskan, program ini tidak hanya fokus pada pembiayaan peremajaan (replanting) sawit rakyat melalui skema KUR, tetapi juga memperkuat ekosistem kemitraan antara perusahaan dan petani.
“Tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” ujar dia.
Bibit Unggul
Bakrie Plantations, kata Bayu Irianto, juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luas lahan kebun yang sama.
Baca Juga
Menperin: Hilirisasi Bisa Kurangi Pengaruh Fluktuasi Harga CPO ke Ekonomi Domestik
Dia menambahkan, saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) per ha per tahun. Sedangkan bibit unggul Bakrie Plantations bisa menghasilkan 10 ton CPO per ha per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per ha per tahun dan ekstraksi CPO mencapai 25%.
“Angka-angka itu sesuai hasil lapangan bibit unggul perseroan yang sudah disertifikasi. Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional,” papar dia.
Bayu menegaskan, bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat merupakan kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan.

