Rekor Tertinggi Baru, Indonesian Paradise (INPP) Anggarkan Capex Rp 1,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) merancang anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,1 triliun tahun ini.
“Sebagai informasi, tahun 2024 merupakan titik pembangunan dengan penyerapan capex tertinggi sepanjang sejarah Paradise Indonesia. Di Total capex mencapai Rp 900 miliar dan ditargetkan naik menjadi Rp 1,1 triliun tahun ini,” jelas Direktur Utama Indonesian Paradise Property Anthony Prabowo Susilo dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Secara umum, manajemen merinci bahwa penggunaan capex pada 2025 akan terfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, terutama di segmen komersial dan penjualan properti.
Baca Juga
Indonesian Paradise Property (INPP) Bagi Dividend 20% dari Laba 2024
Jika dibagi berdasarkan segmen bisnis, alokasinya menjadi sekitar 56% untuk segmen komersial (retail), 38% untuk properti (property sales), dan sisa 6% untuk segmen perhotelan (hospitality). Manajemen merinci, mayoritas capex perhotelan merupakan biaya rutin tahunan karena pembangunan hotel perseroan sudah selesai, belum ada proyek pembangunan baru.
Adapun untuk alokasi berdasarkan lokasi, manajemen memberi gambaran sekitar 40% capex untuk proyek di Semarang, 30% di Jakarta, 10-20% di Bandung, dan sisanya untuk proyek di Balikpapan. “Fokus utama tahun 2025 adalah menyelesaikan proyek komersial dan properti yang ada,” sambung Anthony.
Dia pun beralasan, pemberian dividen yang cenderung kecil dari hasil keuntungan tahun lalu, salah satunya disebabkan oleh kebutuhan pendanaan belanja modal untuk ekspansi tahun ini.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru-baru ini digelar, perseroan memberi porsi dividen setara hampir 20% laba bersih yang dibukukan pada 2024. Anthony turut mengakui bahwa dividen senilai total Rp 67,1 miliar, terbilang kecil.
Baca Juga
Indonesia Paradise (INPP) Bentuk Usaha Patungan dengan Hankyu Hanshin Properties
“Karena kami dalam mode ekspansi, tahap sedang berkembang yang sangat pesat, sehingga dividend payout kami relative rendah, karena dananya juga disiapkan untuk ekspansi,” tegas dia.
Sementara, Direktur Keuangan Indonesian Paradise Property yakni Surina menjelaskan, rencananya kebutuhan belanja modal tahun ini akan berasal dari 70% pinjaman bank dan 30% dari ekuitas. “Mengenai pendanaan capex, untuk proyek pengembangan (development), kami biasanya sudah memiliki fasilitas standby project financing dari perbankan,” jelas Surina, menjawab Investortrust.id.

