Begini Strategi BNI Genjot KPR di Era Tren Suku Bunga Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah momentum tren suku acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang rendah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) berupaya menggenjot kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat, khususnya generasi muda seperti gen z dan milenial.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan, turunnya BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% pada Mei 2025 menjadi katalis positif bagi sektor kredit perbankan, khususnya KPR.
“Penurunan ini memberikan angin segar bagi masyarakat, terutama generasi muda yang sedang merencanakan kepemilikan rumah pertama. BNI siap mendukung kebutuhan tersebut dengan skema pembiayaan yang kompetitif,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
BNI Raih Pengakuan Internasional Sebagai Best Companies to Work for in Asia
Untuk menangkap peluang ini, lanjut Okki, BNI menyiapkan sejumlah strategi penyesuaian pricing suku bunga agar tetap relevan dan menarik di tengah dinamika pasar. Salah satu program andalan adalah skema bunga berjenjang hingga 20 tahun, yang memberikan kepastian dan stabilitas pembayaran bagi debitur dalam jangka panjang.
“Kami menyadari kepastian dalam perencanaan keuangan sangat penting bagi nasabah, khususnya generasi muda. Karena itu, kami hadirkan program suku bunga berjenjang hingga 20 tahun untuk memberi rasa aman dalam jangka panjang,” katanya.
Selain itu, BNI juga menghadirkan program KPR Cermat yang menawarkan potongan suku bunga hingga 1% bagi nasabah yang menempatkan dana di rekening tabungan dengan jumlah tertentu. Program ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, sekaligus memberi insentif tambahan dalam pembiayaan rumah.
Menurut Okki, data BI mencatat, penyaluran KPR per April 2025 mencapai Rp 777,3 triliun, tumbuh 8,6% secara year on year (yoy). Tren ini diperkirakan terus berlanjut pada semester II 2025 seiring penyesuaian suku bunga kredit yang diterapkan industri perbankan.
Baca Juga
Di sisi bersamaan, pertumbuhan KPR nasional juga menunjukkan konsistensi dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir 2022 tercatat tumbuh 7,8%, naik menjadi 12% di 2023, dan tetap solid di angka 9,5% sepanjang 2024.
”Melihat tren suku bunga yang lebih akomodatif dan pertumbuhan penyaluran KPR yang konsisten, BNI yakin peluang ekspansi di sektor properti semakin terbuka. Kami berkomitmen memperkuat peran kami dalam mendukung kepemilikan rumah melalui solusi pembiayaan yang kompetitif dan berkelanjutan,” ucap Okki.
Ia berharap, melalui strategi tersebut BNI dapat menjadi mitra utama bagi generasi muda dalam membangun masa depan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.

