Percepat Adopsi Kripto, OJK-nya Thailand Segera Rilis Penerbitan Token
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) alias OJK-nya Thailand membuka periode konsultasi untuk mendapatkan masukan tentang aturan yang akan memungkinkan bursa atau individu bisa menerbitkan token utilitas.
Berdasarkan aturan yang diusulkan, bursa harus mengungkapkan nama siapa pun yang terkait dengan penerbit token, yang akan membantu SEC dalam memantau tanda-tanda perdagangan orang dalam. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya Thailand untuk membangun kerangka regulasi bagi industri kripto.
Pada bulan Mei, negara tersebut mengumumkan rencana untuk mengizinkan wisatawan membelanjakan kripto melalui kartu kredit, hanya beberapa hari sebelum memblokir bursa kripto OKX dan Bybit di negara tersebut karena kekhawatiran tentang operasi tanpa izin dan pencucian uang. Sebulan kemudian, negara tersebut mengumumkan keringanan pajak keuntungan modal atas penjualan kripto yang dilakukan melalui penyedia layanan kripto berlisensi.
Baca Juga
Melansir Cointelegraph, Sabtu (21/6/2025) Thailand menjadi tempat terjadinya skandal perdagangan orang dalam kripto pada tahun 2022. Pada bulan Agustus tahun itu, SEC menuduh bahwa kepala bagian teknologi Bitkub, salah satu bursa terbesar di negara itu, menggunakan informasi orang dalam untuk membeli token tertentu sebelum transaksi besar.
Perdagangan orang dalam adalah tindakan membeli atau menjual sekuritas berdasarkan informasi pribadi dan nonpublik. Praktik ini dianggap ilegal di banyak yurisdiksi, tetapi aturan pastinya bergantung pada badan pengatur, seperti Komisi Sekuritas dan Bursa negara tersebut.
Baca Juga
Pada tahun 2021, karyawan OpenSea Nate Chastain dituduh menggunakan pengetahuan orang dalam untuk membeli NFT yang akan segera ditampilkan di beranda OpenSea. Chastain dihukum pada tahun 2023 atas penipuan transfer dan pencucian uang dan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara.
Pada tahun 2022, tiga karyawan Coinbase didakwa melakukan perdagangan orang dalam. Dua di antaranya dijatuhi hukuman penjara. Baru-baru ini, Binance memberhentikan seorang staf pada bulan Maret setelah penyelidikan atas dugaan perdagangan orang dalam. Ada juga tuduhan perdagangan orang dalam seputar memecoin Official Trump (TRUMP) milik Presiden AS Donald Trump, setelah sebuah firma analitik blockchain menganalisis perilaku tidak biasa dari dompet paus.

