Pengendali Ini Agresif Borong Saham PAM Mineral (NICL), Meski Harganya Terkerek
JAKARTA, investortrust.id – Pengendali Christopher Sumasto Tjia melanjutkan langkah agresif dalam memborong saham PT PAM Mineral Tbk (NICL). Dirinya membeli sebanyak 11,66 juta saham NICL sepanjang Juni 2026.
Pembelian dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 4 juta saham NICL dengan harga Rp 1.042 pada 10 Juni, pembelian kembali dilaksanakan pada 19 Juni dengan memborong sebanyak 304.100 saham dengan harga Rp 1.072. Pembelian terakhir dilaksanakan Jumat (20/6/2025) dengan membeli 7,36 juta saham NICL pada harga Rp 1.120.
Baca Juga
Usai Sahamnya Melesat, PAM Mineral (NICL) Bagikan Dividen Ini
Pembelian secara agresif tersebut menjadikan total saham NICL yang dikendalikan Christopher Sumasto Tjia bertambahn menjadi 40,43 juta saham atau 0,38%. Berdasarkan data Christopher Sumasto Tjia merupakan pengendali NICLmelalui PT Pam Metalindo yang menggenggam sebanyak 43,23% saham NICL hingga akhir Mei 2025.
Sedangkan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa saham NICL telah melesat lebih dari 323% sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd). Penopang utama kenaikan tersebut datang dari lompatan kinerja keuangan NICL pada kuartal I-2025.
Christopher Sumasto Tjia
RUPST perseroan sebelumnya menetapkan dividen tunai tahun buku 2024 senilai Rp 159,53 miliar atau setara dengan Rp 15 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan pada 30 Juni dan cum dividen 20 Juni 2025.
Pembagian dividen tersebut mempertimbangkan raihan laba bersih atribusi entitas induk senilai Rp 192,85 miliar tahun lalu. Saldo laba ditahan yang tak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 402,66 miliar dan total ekuitas Rp 1,07 triliun.
Baca Juga
PAM Mineral (NICL) Jadi Saham Tercuan Mei 2025, Dua Isu Ini Penopangnya
PAM Mineral (NICL) mencatatkan kenaikan pesat pendapatan NICL dari Rp 116,79 miliar menjadi Rp 543,91 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan ini berdampak terhadap peningkatan pesat laba kotor dari Rp 43,29 miliar menjadi Rp 291,81 miliar. Laba usaha perseroan juga membumbung tinggi dari Rp 19,56 miliar menjadi Rp 251,91 miliar.
Seiring dengan kenaikan tersebut, laba bersih periode berjalan NICL melesat 1.418% dari Rp 12,72 miliar menjadi Rp 193,13 miliar. Laba per saham juga melesat drastis dari Rp 1,15 menjadi Rp 18,13 per saham.
Adapun, Christopher juga menjabat sebagai direktur utama PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) yang mengelola proyek property di Balikpapan. Christopher adalah putra konglomerat Adi Sumasto Tjia yang memiliki sejumlah proyek property di berbagai kota di Indonesia.

