Usai Sahamnya Melesat, PAM Mineral (NICL) Bagikan Dividen Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT PAM Mineral Tbk (NICL) menetapkan dividen tunai tahun buku 2024 senilai Rp 159,53 miliar atau setara dengan Rp 15 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 30 Juni dan cum dividen 20 Juni 2025.
Manajemen NICL dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/6/2025), menyebutkan bahwa pembagian dividen tersebut sudah diputuskan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan kemarin.
Baca Juga
Sebelum Saham PAM Mineral (NICL) Melesat 260% hingga Disuspensi, Pengendali Lakukan Aksi Ini
Pembagian dividen tersebut mempertimbangkan raihan laba bersih atribusi entitas induk senilai Rp 192,85 miliar tahun lalu. Saldo laba ditahan yang tak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 402,66 miliar dan total ekuitas Rp 1,07 triliun.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan BEI, saham NICL telah melesat sebanyak 396,15% menjadi Rp 1.285 pada perdagangan intraday sesi I hari ini. Bahkan, saham NICL sempat disuspensi oleh otoritas bursa dipicu lompatan harga tersebut. Saham NICL juga tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga paling pesat di BBEI sepanjang Mei 2025. Kenaikannya mencapai 260,54% menjadi Rp 1.405.
Kenaikan pesat kinerja keuangan kuartal I-2025. Pendapatan NICL melesat dari Rp 116,79 miliar menjadi Rp 543,91 miliar pada kuartal I-2025. Laba bersih periode berjalan NICL melesat 1.418% dari Rp 12,72 miliar menjadi Rp 193,13 miliar. Laba per saham juga melesat drastis dari Rp 1,15 menjadi Rp 18,13 per saham.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik ‘Mixed’, Investor Cerna Retorika Trump soal Kesepakatan Dagang
Sebelumnya lompatan harga saham tersebut, pengendali, Christopher Sumasto Tjia, terpantau agresif memborong saham NICL dalam dua bulan terakhir. Sebanyak 28,77 juta saham dengan harga bervariasi dibeli dalam kurun waktu 26 Maret hingga 15 Mei 2025. Aksi borong terakhir Christopher dilakukan Kamis (15/5/2025) atau sebelum terkena suspend saham kedua. Dirinya membeli sebanyak 1,25 juta dengan harga Rp 1.047 atau dengan nilai Rp 1,3 miliar.
Christopher juga menjabat sebagai direktur utama PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) yang mengelola proyek property di Balikpapan. Christopher adalah putra konglomerat Adi Sumasto Tjia yang memiliki sejumlah proyek property di berbagai kota di Indonesia.

