Biaya Pemeliharaan Hewan Melonjak 196%, Warga Australia Kini Abaikan Asuransi Hewan Peliharaan
JAKARTA, investortrust.id - Tidak sedikit warga Australia yang punya hewan peliharaan memutuskan untuk tidak mengasuransikan hewan peliharaannya karena faktor tingginya biaya hidup hewan, medis dan juga dokter hewan.
Melansir InsuranceAsia, Senin (5/8/2024), sejak 2020, biaya rata-rata untuk memelihara hewan peliharaan melonjak 196%. Dalam survei terbaru dari Budget Direct mengungkapkan bahwa banyak pemilik yang memprioritaskan pengeluaran lain daripada asuransi hewan peliharaan mereka.
Chief Growth Officer Budget Direct Jonathan Kerr menekankan risiko jangka panjang jika membiarkan hewan peliharaan tidak diasuransikan.
Baca Juga
Menurut survei tersebut, hampir seperempat warga Australia telah menghabiskan AU$ 5.000 atau setara Rp 52,75 juta untuk perawatan hewan peliharaan. Biaya berkelanjutan terbesar bagi pemilik adalah makanan (69%), diikuti oleh tagihan dokter hewan yang mencapai 18% dari total biaya.
Hampir 70% warga Australia yang disurvei melaporkan menghabiskan sebagian besar pengeluaran terkait hewan peliharaannya untuk pakan, mengalami peningkatan 10% sejak survei pada 2021.
Baca Juga
Sebelum penggantian biaya dari asuransi hewan peliharaan, lebih dari sepertiga warga Australia yang disurvei menghadapi tagihan dokter hewan hingga AU$ 500 atau setara Rp 5,27 juta, hampir sepertiga membayar AU$ 1.000 dan seperempatnya memiliki tagihan senilai AU$5.000, sesuai dengan temuan survei 2021.
Menurut Jonathan, saat ini di Australia menunjukan kurangnya sistem kesehatan publik untuk hewan peliharaan yang membuat sang pemilik hanya memiliki dua pilihan, yaitu membayar tagihan dokter hewan dari kantorng mereka sendiri atau mendapatkan biaya dari asuransi.
“Asuransi hewan peliharaan adalah cara bagi pemilik anjing dan kucing untuk mengelola biaya kunjungan dokter hewan yang tidak terduga karena sakit atau kecelakaan,” kata Jonathan.

