Terbuka Peluang IHSG kembali Jatuh ke Bawah 7.000, Simak 12 Saham Rekomendasi Mirae Asset
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah tergerus lebih dari 2,67% dalam sepekan terakhir. Bahkan, penurunan intraday sesi I sempat menyentuh level di bawah 7.000, tepatnya 6.990.
Sedangkan pada penutupan sesi I BEI, IHSG ditutup terjerembab sebanyak 99,97 poiin (1,41%) menjadi 7.007. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi hampir seluruh indeks bursa saham dunia, seperti Nikkei anjlok 300 poin, Hang Seng melemah 756 poin, dan Strait Times turun 21 poin.
Baca Juga
Khawatir Konflik Meluas di Timur Tengah, China Evakuasi Warganya dari Iran
“Secara teknikal, IHSG berada dalam fase bearish consolidation, mengingat Stochastics K_D dan RSI masih negatif,” jelas Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Kamis (19/6/2025).
Dalam kondisi ini, analisis teknikal Nafan memproyeksikan, level support IHSG hari ini akan berada di kisaran 7.063-6.994 dengan resistance sekitar 7.139-7.229.
Penurunan tersebut, terang dia, dipicu proyeksi penurunan suku bunga The Fed menjadi dua kali pada tahun ini berdasarkan dot plot terbarunya. Hal ini akibat The Fed memperkirakan bahwa inflasi akan tetap tinggi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diproyeksi akan lebih rendah ke depannya. Oleh karena itu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan Fed Rate di level 4,5%.
Baca Juga
Perusahaan Dubai EDGNEX Gelontorkan Investasi Rp 37 Triliun, Bangun Data Center Jumbo di Cikarang
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menilai bahwa ketidakpastian global masih tinggi akibat dinamika negosiasi tarif resiprokal AS, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi global ke depannya.
Oleh sebab itu, BI berfokus menjaga stabilitas nilai tukar. Dalam RDG, BI turut memutuskan untuk tetap mempertahankan BI Rate sebesar 5,5% “Saham yang layak dipertimbangkan ada BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BRIS, BTPS, CTRA, ICBP, JSMR, MEDC, SMSM, dan TLKM untuk accumulative buy,” tambahnya.

