IHSG Dibuka Stagnan Cenderung Melemah, Saham ASPI dan LABA Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/6/2025), dibuka stagnan level 7.107 di tengah penurunan dalam mayoritas indeks bursa saham Asia.
Pergerakan tersebut dipengaruhi penurunan sejumlah sektor saham, seperti industry, keuangan, dan property. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer, property, teknologi, energi, dan material dasar.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Gelar IPO Saham hingga Rp 2,37 Triliun, Simak Tujuan Dana dan Jadwal Ini
Meski bergerak stagnan cenderung melemah, saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) kembali torehkan auto reject atas (ARA) dengan kenaiakn 24,59% menjadi Rp 304. Saham PT SLJ Global Tbk (SULI) naik 17,53% menjadi Rp 114 dan PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 11,04% menjadi Rp 181. Sebaliknya penurunan tajam melanda saham OBAT, GPRA, dan SATU.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 48,06 poin (0,67%) menjadi 7.107 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 649,39 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA dan AMMN.
Baca Juga
Darya Varia (DVLA) Patok Target Kenaikan Laba hingga 7% di 2025, Intip Strateginya
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,29%, sektor teknologi 1,21%, sektor keuangan 0,84%, sektor consumer non primer 0,60%, dan sektor infrastruktur 0,28%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor property dan industry.
Meski IHSG melemah, empat saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 34,25% menjadi Rp 98, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,07% menjadi Rp 244, PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 33,85% menjadi Rp 87, dan saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 24,59% menjadi Rp 304.

