Capai Kinerja Tertinggi di 2024, Bagaimana Target Pertumbuhan Ciputra (CTRA) Tahun Ini?
JAKARTA, investortrust.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mematok pertumbuhan laba dua digit tahun ini, meskipun perseroan telah mencatatkan rekor tertingginya pada 2024.
“Untuk tahun 2025, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5-10% dan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10-15%,” ujar Head of Investor Relations Ciputra Development Aditya Ciputra Sastrawinata dalam paparan publik di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Sebelumnya, perusahaan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 11,18 triliun yang naik 21% (yoy), serta laba bersih Rp 2,12 triliun yang naik 15,17%.
Baca Juga
Target Pra-Penjualan Ciputra (CTRA) 2025 Stagnan di Rp 11 Triliun, Manajemen Ungkap Tantangan Ini
Adit mengatakan, pendapatan dan laba bersih perusahaan tahun 2024 berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola operasional secara efisien, sekaligus menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.
“Keberhasilan yang didukung oleh kekuatan tim manajemen kami yang bisa mengeksekusi dan memastikan serah terima dilakukan secara tepat waktu dan juga dengan standar kualitas tinggi,” sambungnya.
Sementara sampai Maret 2025, emiten properti tersebut telah mengawali tahun dengan pertumbuhan pendapatan pesat mencapai 18% menjadi Rp 2,73 triliun dan pertumbuhan laba bersih sebesar 36% menjadi Rp 660,4 miliar. “Pencapaian ini memberikan landasan yang sangat kuat untuk mempertahankan momentum positif sepanjang tahun,” ucap Adit.
Pada periode yang sama, Ciputra mencatatkan nilai pra-penjualan sebesar Rp 3,15 triliun. Manajemen mengakui bahwa secara angka, kinerja raihan marketing sales ini turun 5% namun perolehan tersebut tetap lebih baik dari perkiraan awal mereka.
Baca Juga
Ciputra (CTRA) Tetapkan Dividen Rp 444,85 Miliar, Catat Jadwalnya
Ada dua faktor yang memengaruhi tingkat pra-penjualan pada kuartal I-2025. Pertama, periode kuartal I-2024 sebagai dasar pembanding kinerja tiga bulan pertama tahun ini, menunjukkan angka tinggi akibat keberadaan launching proyek baru di Medan. “Sedangkan pada kuartal I-2025 tidak ada launching proyek baru sama sekali,” tegas Adit.
Faktor kedua, tahun ini bulan puasa sepenuhnya jatuh di kuartal pertama dibandingkan dengan tahun lalu yang momennya jatuh di setengah kuartal pertama dan setengah di kuartal kedua.
“Sehingga dengan kedua tantangan ini kami melihat kinerja kuartal pertama Ciputra yang dapat hampir mencapai 30% dari total target 2025 ini, lebih baik dari perkiraan kami yang di awal,” ungkapnya.
Rilis Produk
Adit menjelaskan, salah satu pendorong utama kinerja perseroan pada Januari-Maret 2025 adalah proyek Citra Garden Bintaro, yang didorong oleh launching cluster perumahan baru yang bernama Calamus. Cluster ini hadir dengan desain kontemporer dengan fungsionalitas ruang yang optimal untuk kisaran harga Rp 1,7-2,4 miliar per unit.
Selain Citra Garden Bintaro, Ciputra juga merilis beberapa cluster baru seperti cluster Gavius di Citra Garden Serpong dan juga Dempsey Hill Tahap 2 di Citraland Surabaya.
Baca Juga
Secara total, Ciputra berhasil meraih Rp 719 miliar dari launching cluster baru pada kuartal pertama dan sisanya Rp 2,4 triliun datang dari penjualan stok-stok perseroan yang existing. “Dari pembagian lokasi, bisa terlihat diversifikasi proyek Ciputra,” imbuh Adit.
Pada kuartal pertama tahun ini, kontribusi dari dua kota metropolitan terbesar yaitu Surabaya dan Jabodetabek mencapai 74% dan sisanya berasal dari kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Sedangkan dari segi tipe produk, rumah dan ruko masih merupakan pendorong utama yang memiliki tingkat permintaan paling resilient dengan porsi 97% berdasarkan total riset Ciputra.
“Kami masih melihat industri high-rise yaitu apartemen dan perkantoran masih mengalami tantangan oversupply dan juga permintaan yang lemah,” tambah Adit.
Dilihat dari segi harga unit, tren menunjukkan bahwa porsi segmen menengah ke bawah terus menurun akibat pelemahan daya beli. Berbanding terbalik dengan segmen menengah dan segmen atas.
Baca Juga
Kadin Dorong Seluruh Sektor Properti Bangun Rumah Hijau Menuju Net Zero Emission
Di sisi lain, manajemen mengungkapkan bahwa salah satu program pemerintah yang efektif membantu industri poperti adalah insentif PPN DTP atau PPN ditanggung oleh pemerintah.
Program ini sebenarnya sudah beberapa kali diimplementasi dan sudah beberapa kali diperpanjang yang juga masih berlanjut pada 2025. Ciputra pun memiliki strategi untuk memaksimalkan hasil insentif PPN DTP dengan mempercepat pembangunan rumah dan ruko di berbagai proyek agar dapat serah terima unit-unit tersebut dalam masa periode insentif.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Rp 1,4 triliun pra-penjualan properti Ciputra dari total Rp 3,1 triliun atau 44% datang dari unit-unit yang bisa mendapatkan dan menggunakan insentif pemerintah tersebut.

