Amar Bank (AMAR) Bidik Industri Film, Siap Salurkan Pembiayaan ke Sektor Kreatif
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mulai mengarahkan fokus pembiayaannya ke sektor industri film nasional, sebagai bagian dari strategi memperluas penetrasi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kreatif.
Senior Vice President Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Amar Bank, Josua Sloane, mengungkapkan meski tetap menggarap sektor ritel, industri perfilman kini menjadi sorotan utama karena potensinya yang besar namun masih belum banyak tersentuh oleh sektor perbankan.
“Saat ini Amar Bank melihat bahwa industri kreatif itu industri yang besar. Tapi hingga saat ini masih sulit ya untuk di-crack oleh industri perbankan. Nah lebih spesifik lagi di industri perfilman, kita melihat secara nilai di tahun 2024 itu cukup besar,” kata Josua dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, (17/6/2025).
Baca Juga
Bank Amar (AMAR) Tetapkan Rasio Dividen 75%, Nilai per Saham Segini
Sebagai langkah konkret, Amar Bank turut menjadi sponsor utama dalam penyelenggaraan JAFF Market pada 28 Mei lalu. JAFF Market merupakan pasar film profesional pertama di Indonesia yang berafiliasi dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).
Josua memaparkan, pada 2024 nilai ekonomi industri film diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, dan mampu menyerap hingga 400 ribu tenaga kerja. Bahkan, sektor ini diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,17% per tahun hingga 2027, sebuah pertumbuhan yang dinilai sangat menjanjikan.
“Bukan hanya besar dari sisi nilai, tapi juga terus tumbuh. Pada 2024 saja, sebanyak 80,2 juta tiket film Indonesia terjual, mencakup lebih dari 60% pasar bioskop nasional,” tambah Josua.
Lebih lanjut, Josua menekankan bahwa sektor perfilman memiliki karakteristik berbeda dari bisnis konvensional karena berbasis proyek dan memiliki arus kas yang unik. Namun, dengan makin terstrukturnya industri itu saat ini, seperti kehadiran platform over the top (OTT) seperti Netflix, Amazon Prime, hingga monetisasi kekayaan intelektual (IP), peluang pembiayaan kini jauh lebih terbuka.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Jumbo, Tolaram Tambah 4,3% Saham Bank Amar (AMAR)
Dari produksi hingga pasca produksi, perseroan melihat ada banyak kebutuhan yang bisa didukung. Menurut Josua, sebagai bank digital dengan kekuatan infrastruktur digital, Amar Bank siap menyediakan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku industri kreatif.
Ia menyebut kolaborasi akan menjadi kunci agar perbankan dapat lebih memahami pola bisnis kreatif dan mendorong terciptanya produk keuangan yang relevan. Joshua berharap kemitraan dengan ekosistem film yang terbangun melalui JAFF Market dapat diperluas pada ajang berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November-1 Desember 2025.
“Artinya kita melihat pola revenue industri kredit yang spesifiknya industri perfilman semakin ke sini lebih mudah dikuantifikasi, lebih mudah dilihat, tangible. Kontrak lebih jelas dan sebagainya. Nah dengan melihat itu, maka Amar Bank berpikir untuk mulai menggarap itu (perfilman) dari sekarang,” ungkapnya.

