Bank Amar (AMAR) Tetapkan Rasio Dividen 75%, Nilai per Saham Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp 95,47 miliar atau Rp 5,30 per saham. Dividen ini diputuskan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (17/6/2025).
"RUPS telah menyetujui untuk pembagian dividen dengan dividend payout ratio lebih dari 75%," kata Senior Vice President of Finance Amar Bank David Wirawan dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, (17/6/2025).
Baca Juga
Gelontorkan Dana Jumbo, Tolaram Tambah 4,3% Saham Bank Amar (AMAR)
Berdasarkan laporan keuangan 2024, AMAR mencatatkan pertumbuhan laba bersih 20,8% menjadi Rp 214,99 miliar. Perseroan juga membukukan laba operasional sebesar Rp 275,55 miliar atau melonjak signifikan 43,09%. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya pendapatan bunga bersih dan pendapatan non bunga.
Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian menambahkan, dengan kinerja solid di tahun 2024 dan momentum positif di awal 2025, Amar Bank optimistis terhadap pertumbuhan berkelanjutan kinerja keuangan perseroan tahun ini.
“Fokus tahun 2025 tertuju pada perluasan akses keuangan bagi UMKM, penguatan integrasi Embedded Banking (EB), serta peningkatan efisiensi operasional melalui inovasi digital. Kami tidak hanya membangun bank digital, kami membangun masa depan inklusi keuangan yang lebih merata di Indonesia,” ujar Vishal pada kesempatan yang sama.
Baca Juga
Harga Minyak Bisa Tembus US$100 jika Perang Israel-Iran Meluas, Ini 3 Dampak Mengerikan untuk RI
Pada kuartal I-2025, pendapatan bunga bersih Amar Bank tumbuh 19,06%, menopang total pendapatan operasional yang mencapai Rp 463,7 miliar atau naik 22,88%, dibanding periode yang sama tahun 2024. Rasio profitabilitas pun menunjukkan tren positif dengan ROA sebesar 6,94% dan ROE sebesar 8,13%, ini mencerminkan efisiensi dan pengelolaan modal yang semakin baik.
Portofolio kredit Amar Bank tumbuh sehat sebesar 15,83% secara tahunan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di level 1,48%. Efisiensi operasional turut meningkat, tercermin dari penurunan rasio BOPO menjadi 81,79%. Didukung oleh struktur permodalan yang kokoh, Amar Bank mencatat rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 121,6%, LCR sebesar 3.860%, dan NSFR sebesar 163%, jauh melampaui batas minimum regulasi dan menegaskan posisi keuangan yang sangat solid untuk ekspansi berkelanjutan.

