Indointernet (EDGE) kembali Tak Bagikan Dividen, Manajemen Ungkap Alasan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indointernet Tbk (EDGE) melanjutkan kebijakan ‘puasa’ membagikan dividen tahun ini. Bahkan, sejak ‘melantai’ di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021, perseroan belum pernah membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
“Kami kembali tidak membagikan dividen karena masih dalam masa investasi besar, kami sedang berada pada mode ekspansi,” jelas Direktur Keuangan Indointernet Donauly Situmorang, menjawab Investortrust.id di Amanaia Satrio, Selasa (17/6/2025).
Baca Juga
Indointernet (EDGE) Optimistis Proyek Bernilai US$ 30 Juta Ini Rampung pada Juni 2025
Tahun lalu, perseroan membukukan laba jumbo tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 232,07 miliar, tergelincir 6,3% (yoy) dari Rp 253,1 miliar pada 2023.
Laba bersih tersebut, tidak sejalan dengan pendapatan bersih yang tumbuh 6,99% (yoy) menjadi Rp 1,01 triliun sepanjang 2024. Manajemen menjelaskan, pendapatan yang diperoleh tahun lalu sebenarnya telah mencapai target perusahaan, dengan pertumbuhan hampir 7% (yoy).
Dalam periode tersebut, pertumbuhan pemasukan bagi perseroan masih didominasi oleh segmen data center dengan kontribusi sebesar Rp 444 miliar. Pada saat yang sama, kontribusi segmen bisnis data center juga meningkat 20,52% (yoy).
Baca Juga
Data Center DCI Indonesia (DCII) di Cibitung Diresmikan, Otto Toto Ungkap Sejumlah Fitur Canggih Ini
Manajemen menjelaskan, dalam perkembangan ekonomi digital saat ini, interkoneksi antar-pusat data (data center) menjadi elemen krusial dalam mendukung operasional bisnis. Hal ini sejalan dengan meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap pertukaran data dalam jumlah besar dengan cepat dan stabil.
Guna mendukung kelancaran interkoneksi antar-pusat data, dibutuhkan jaringan yang andal, berkapasitas tinggi, dan berlatensi rendah. Menjawab kebutuhan ini, Indonet memperkuat komitmennya dengan berinvestasi dalam peningkatan jaringan. Sehingga memungkinkan pengelolaan trafik data yang lebih besar dan kompleks, sekaligus memperkuat konektivitas antar pusat data.
Dalam pengembangan terbarunya, jaringan fiber optik yang dimiliki Indonet dapat terhubung ke beberapa lokasi pusat data dengan menggunakan jalur bawah tanah. Pembaruan ini tidak hanya meningkatkan skalabilitas jaringan, tetapi juga memastikan keamanan fisik dan ketahanan layanan yang lebih tinggi.

