Rancang Private Placement 10% Saham, Energi Mega (ENRG) Ungkap Investasi di Anak Usaha Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 2,48 miliar saham atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sebagian besar dana akan digunakan anak usahanya PT Imbang Tata Alam.
Manajemen ENRG dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin diungkap bahwa sebanyak 70% dana PMTHMETD akan digunakan untuk anak usahanya PT Imbang Tata Alam sebagi operator dan pemegang 100% partisipasi interes di Blok Malacca Strait.
Baca Juga
Produksi Konsisten Naik dan Valuasi Saham Atraktif, Energi (ENRG) Simpan Potensi Lompatan Harga Ini
Imbang Tata akan menggunakan sebagai dana untuk modal kerja dan belanja modal. Di antaranya, pengadaan jasa pemboran diantaranya, pengadaan untuk mobilisasi dan demobilisasi, persiapan pemboran, biaya pemboran, evaluasi formasi, penyelesaian dan penutupan. Dana juga digunakan untuk pangadaan casing, asssoris casing, tubing, perlengkapan sumur-surface dan perlengkapan sumur-sub surface.
Sedangkan sebanyak 30% sisa dana PMTHMETD akan digunakan sebagai modal kerja anak usaha Perseroan yaitu PT Imbang Tata Alam untuk membiayai pengadaan barang dan jasa selain pengadaan barang dan jasa terkait kegiatan pemboran.
Namun demikian manajemen belum mengungkap pihak maupun investor yang akan menyerap saham private placement. Yang jelas aksi korporasi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 26 Juni tahun ini dan pelaksanaan private placemet akan dilaksanakan paling lama 2 tahun setelah disetujui pemegang saham.
Sebelumnya, Sucor Sekuritas mematok potensi penguatan harga saham Energi Mega Persada (ENRG) yang pesat dalam 12 bulan ke depan. Peluang penguatan tersebut ditopang konsistensi kenaikan rata-rata volume produksi setiap tahun.
Baca Juga
Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa waktu, mematok target harga saham ENRG ke level Rp 720, dibandingkan dengan harga penutupan kemarin Rp 228, sehingga terbuka peluang naik lebih dari 215%. Saham ENRG direkomendasikan beli.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, penemuan kandungan minyak bumi oleh anak usahanya PSC Block dengan kapasitas sekitar 20 juta barel menjadi sentimen positif terhadap kinerja operasional perseroan ke depan. Perseroan juga konsisten pertahankan peningkatan produksi dalam empat tahun terakhir.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Cetak Kenaikan Laba 10%, Dua Faktor Ini Jadi Penopangnya
“Kami memperkirakan produksi migas perseroan bertumbuh sekitar 12% tahun ini dan sekitar 10% tahun depan menjadi 46,8 MBOD dan 51,7 MBOED. Penyumbang utama ekspektasi kenaikan produksi dari blok Malacca dan Sengkang,” tulisnya.
Dengan kenaikan volume produksi tersebut, Sucor Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih ENRG dalam dua tahun bisa mencapai 23%. Target laba tersebut menggambarkan konsistensi pertumbuhan produksi perseroan selama empat tahun terakhir.
Sedangkan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ENRG telah melesat lebih dari 34% menjadi Rp 274 dalam sebulan terakhir. Bahkan kenaikan harganya telah lebih dari 16% dalam sepekan terakhir.

