Terdiskon Besar, Saham Saratoga Investama (SRTG) Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – Fokus pemerintah mendatang hilirirasi logam, ekosistem kendaraan listrik, digitalisasi, dan transasi energi ramah lingkungan akan berimbas positif terhadap PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ke depan. Sedangkan secara fundamental, saham SRTG dinilai sudah terlalu murah terdiskon sekitar 59% dari NAB.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SRTG Rp 2.340. Target harga tersebut menggambarkan perhitungan diskon sekitar 40% terhadap nilai aset bersih (NAB) perseroan.
Sucor Sekuritas menyebutkan saat ini merupakan waktu paling tepat mulai mengakumulasi saham SRTG, karena harganya sudah terdiskon sebanyak 59% dari NAB. Diskon dihitung dengan asumsi harga SRTG berada di level Rp 1.585. Sebagimana diketahui perseroan berinvestasi besar-besaran pada sejumlah saham, seperti Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA), ADRO, MDKA, dan TBIG.
Baca Juga
Arus Kas Kuat, Saratoga Investama (SRTG) Bagikan Dividen Rp 298,43 Miliar
“Fokus pemerintah baru mendatang pada hilirisasi logam, ekosistem kendaran listrik, digitalisasi, dan transisi menuju energi ramah lingkungan akan menempatkan SRTG berada dalam posisi terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari penguatan seluruh sektor tersebut,” tulis analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Penguatan prospek saham Saratoga (SRTG) juga didukung investasi baru-baru ini dengna membeli jaringan rumah sakit Brawijaya setelah sebelumnya melepas rumah sakit Primaya. Total dana akusiisi rumah sakit tersebut bisa mencapai US$ 150-200 juta. Sedangkan anggaran investasi tahun ini disiapkan berkisar US$ 100-150 juta yang sebagian besar digunakan untuk akuisisi rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan, selain memperkuat investasi pada portofolio yang sudah matang, seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perseroan akan gencar meningkatkan investasi sektor-sektor strategis.
Baca Juga
“Kami menyiapkan anggaran investasi tahun ini berkisar US$ 100-150 juta, namun alokasi anggaran per sektor tidak dibatasi,” ungkapnya.
Terkait investasi sektor kesehatan, Devin Wirawan mengatakan, perseroan telah mengakuisisi mayoritas saham Rumah Sakit Brawijaya pada kuartal I-2024. Aksi ini sejalan dengan fokus Saratoga untuk meningkatkan investasi pada sektor healthcare.
Rumah Sakit Brawijaya adalah jaringan rumah sakit yang memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit dan dua klinik. Dengan jaringan tersebut, Saratoga yakin perusahaan tersebut didukung oleh manajemen berpengalaman yang telah terbuktikan.“Dengan kemampuannya dalam ekspansi bisnis, kami berkomitmen penuh untuk terlibat aktif,” jelasnya.
Grafik Saham SRTG

