Terdampak Kebijakan Trump, Unilever (UNVR) Terapkan Stategi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Benjie Yap menilai kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa berdampak langsung terhadap kinerja operasional perseroan.
“Sebenarnya ada dua dampak yang akan dirasakan UNVR terkait pelemahan rupiah ini, yaitu pertama kita menghadapi exposure langsung dalam hal impor-impor bahan baku dan kedua exposure internal dari sisi bahan kemasan,” ujar Benjie dalam paparan publik UNVR secara daring, Kamis, (24/3/2025).
Baca Juga
IHSG Melesat 4,04% dalam Lima Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Pulih!
Ia menekankan exposure ini sangat terkait dengan kondisi global, termasuk perubahan nilai tukar dolar AS dan euro. Hal ini bisa berdampak besar terhadap bisnis perseroan.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Benjie mengatakan, perseroan menerapkan strategi langsung menangani penyebab-penyebab masalah tersebut. “Kami saat ini melakukan sejumlah modifikasi pada struktur biaya dalam beberapa bulan ke depan dan semoga waktunya cukup untuk kami untuk bereaksi dengan tepat. Kami memastikan perseroan bisa menghadapi dalam situasi ini beberapa bulan sebelum kondisi ke depan,” bebernya.
Tak hanya itu, Benjie berujar, Unilever melakukan hedging (mempertahankan nilai) sehingga dapat dipastikan perseroan selalu kompeten untuk menghadapi tantangan-tantangan bisnis. Seperti halnya dengan membangun kontrak dengan sejumlah distributor dan melakukan beberapa kebijakan di tingkat nasional.
Baca Juga
“Ketiga, kami selalu bekerjasama dengan para supplier untuk memastikan bahwa perseroan membangun hubungan kontrak sehingga kami bersama-sama dapat mencapai dampak yang kami inginkan. Itulah yang bisa kami lakukan untuk memitigasi dampak-dampak yang mungkin terjadi tersebut,” jelas Benjie.
Dirinya menambahkan, pihaknya juga telah melakukan efisiensi biaya di seluruh bisnis dan dalam beberapa kasus telah terdampak sehingga diharuskan mengubah harga. “Itu yang sudah kami lakukan pada kuartal pertama dan ini merupakan bagian dari efisiasi biaya kami. Diharapkan bisa membawa kita gross margin yang betul-betul mencapai kategori sehat,” tegasnya.
