IHSG Melesat 4,04% dalam Lima Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Pulih!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) catatkan penguatan lima hari beruntun. Kenaikan telah mencapai 259 poin (4,04%) menjadi 6.659,65 hingga terhitung sejak 17 April hingga penutupan sesi I, Kamis (24/4/2025).
Bahkan, IHSG telah berhasil catatkan penguatan hampir 2% terhitung sejak kebijakan tarif resiprokal Trump diluncurkan pada 2 April 2025. IHSG BEI satu-satunya pasar saham di kawasan Asia Tenggara yang sudah berhasil pulih.
Baca Juga
Saham Bank Melesat Dipimpin BRIS dalam 3 Pekan, Ternyata Target Harga masih Tinggi
Sebelumnya pasar saham dunia sempat anjlok parah setelah kebijakan Trum diluncurkan, bahkan perdagangan saham BEI sempat dihentikan sementara (trading halt) akibat penurunan lebih dari 10% di hari pertama usai libur panjang lebaran pada 8 April 2025.
Terkait penguatan IHSG dalam lima hari beruntung, berdasarkan data BEI, ditopang atas penguatan seluruh sektor saham dengan kenaikan tertinggi dicatatkan saham sektor infrastruktur, energi, material dasar, teknologi, dan material dasar.
Daya Lenting Kuat
Sementara itu, Chief Economist PT Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai bahwa pasar saham Indonesia menunjukkan daya lenting yang luar biasa di tengah ketegangan global akibat babak baru perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Hal ini ditunjukkan pemulihan cepat IHSG dari sentimen negative perang dagang Trump.
Bahkan, berdasarkan data BEI hingga 23 April 2025, IHSG telah melesat 10,64% sejak titik terendahnya pasca memanasnya tensi perdagangan akhir Maret lalu. Hal itu menandakan Indonesia sebagai salah satu pasar saham dengan pemulihan tercepat di dunia.
Baca Juga
Kinerja ini mengungguli pasar negara maju maupun berkembang lainnya seperti S&P 500 (AS), Nikkei (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), dan CSI 300 (China), yang rata-rata masih mengalami tekanan atau baru mencatat pemulihan moderat. Dari 8 negara yang diamati, hanya Indonesia yang secara konsisten mencatat rebound dua digit pasca 27 Maret 2025 lalu, saat dampak perang dagang mulai memukul sentimen global.
“Pemulihan cepat pasar saham Indonesia mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas domestik, ketahanan permintaan lokal, serta optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi yang pro-investasi,” ujarnya kepada Investortrust.id di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Ke depan, dia mengatakan, pemerintah harus mempertahankan komunikasi yang baik kepada pasar keuangan, sehingga pasar bisa memiliki ekspektasi yang jelas tentang program-program pemerintah. Hal yang berikutnya harus dilakukan pemerintah adalah percepatan belanja pasca realokasi anggaran.
“Pemulihan ini juga dinilai menjadi indikasi penting bagi investor internasional, bahwa Indonesia tetap menjadi kandidat utama untuk diversifikasi portofolio di tengah dunia yang makin terfragmentasi secara geopolitik,” tuturnya.

