Telkom (TLKM) Cetak Laba Atribusi Rp 23,64 Triliun di 2024, Turun atau Naik?
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 23,64 triliun pada 2024. Raihan tersebut menunjukkan penurunan dari realisasi periode sama tahun sebelumnya Rp 24,56 triliun.
Manajemen TLKM dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/4/2025), menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan dari Rp 149,21 triliun menjadi Rp 149,96 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 44,38 triliun menjadi Rp 42,99 triliun.
Baca Juga
Yakin Prospek Kuat Jangka Panjang, Telkom (TLKM) Buyback Saham Rp 3 Triliun
Laba sebelum pajak penghasilan juga turun dari Rp 40,79 triliun menjadi Rp 39,15 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan turun dari Rp 32,20 triliun menjadi Rp 30,74 triliun. Laba per saham dasar juga turun dari Rp 247,92 menjadi Rp 238,73 per saham.
Sebaliknya Telkom berhasil mencatatkan peningkatan total aset dari Rp 287,04 triliun menjadi Rp 299,67 triliun tahun 2024. Liabilitas juga naik dari Rp 130,48 triliun menjadi Rp 137,18 triliun. Sedangkan ekuitas naik dari Rp 156,56 triliun menjadi Rp 162,49 triliun.
Telkom sebelumnya merancang pembelian kembali (buy back) saham dengan nilai Rp 3 triliun. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 27 Mei 2025.
Manajemen TLKM dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa perseroan akan membeli kembali saham tidak sampai 10%. Aksi ini rencananya dilaksanakan dalam kurun waktu setahun, yaitu 28 Mei 2025 hingga 27 Mei 2026.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Bocorkan Kisi-kisi Dividen Tahun Buku 2024, Rasionya Segini
”Buyback saham ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek TLKM. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap manajemen.
Pendanaan buyback saham, terang manajemen TLKM, diambil dari kas internal. Hal ini bisa membuat nilai aset dan ekuitas turun senilai Rp 3 triliun. Namun langkah tersebut tidak akan memengaruhi pendapatan ke depan. Aksi ini juga diprediksi tak berimbas negative terhadap kegiatan usaha, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk membiayai aksi ini sekaligus kegiatan usaha perseroan lainnya.

