Tumbuh 22%, Bursa Karbon Catat 111 Pengguna Jasa di Kuartal I-2025
JAKARTA, investortrust.id - Sepanjang kuartal I-2025, Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) telah mencatatkan pencapaian di berbagai aspek. Salah satunya adalah jumlah pengguna jasa IDXCarbon tumbuh sebesar 22% menjadi 111 pengguna sepanjang kuartal pertama tahun 2025 ini.
Disampaikan Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, peningkatan jumlah pengguna diikuti peningkatan unit karbon yang diperdagangkan, yang total mencapai sebesar 690.675 ton CO2e unit karbon di periode yang sama.
"Jumlah ini melebihi jumlah total volume transaksi perdagangan karbon sepanjang tahun 2024 maupun sepanjang tahun 2023, dan menjadikan IDXCarbon sebagai salah satu bursa karbon dengan jumlah transaksi terbesar di regional," tulis Kautsar dalam keterangannya kepada media, Kamis, (17/4/2025).
Pada tahun 2024, IDXCarbon membukukan transaksi sebesar 413.764 ton CO2e, sedangkan pada tahun 2023, sejak beroperasinya IDXCarbon pada 26 September hingga akhir Desember, membukukan transaksi sebesar 494.254 ton CO2e.
Disampaikan Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, peningkatan jumlah pengguna diikuti peningkatan unit karbon yang diperdagangkan, yang total mencapai sebesar 690.675 ton CO2e unit karbon di periode yang sama.
"Jumlah ini melebihi jumlah total volume transaksi perdagangan karbon sepanjang tahun 2024 maupun sepanjang tahun 2023, dan menjadikan IDXCarbon sebagai salah satu bursa karbon dengan jumlah transaksi terbesar di regional," tulis Kautsar dalam keterangannya kepada media, Kamis, (17/4/2025).
Pada tahun 2024, IDXCarbon membukukan transaksi sebesar 413.764 ton CO2e, sedangkan pada tahun 2023, sejak beroperasinya IDXCarbon pada 26 September hingga akhir Desember, membukukan transaksi sebesar 494.254 ton CO2e.
Saat ini, telah terdapat 7 proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang diperjualbelikan, dengan jumlah available to be traded sebanyak 2.203.119 ton CO2e. Statistik tersebut secara umum memberikan optimisme pada prospek perdagangan karbon di Indonesia.
"IDXCarbon berkoordinasi dengan OJK dan Kementerian atau Lembaga terkait, terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan karbon di Asia maupun di dunia," ujarnya.
IDXCarbon juga akan terus berupaya untuk mendorong likuiditas pasar karbon dari sisi demand dan supply, baik dari pasar domestik maupun internasional dan sesuai dengan kebijakan dan pengaturan pemerintah.
Kautsar menegaskan, dengan menjalin kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, perdagangan karbon di Indonesia akan terus tumbuh dan semakin berkontribusi signifikan dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

