Meski Rugi Jumbo, Waskita Beton (WSBP) Ungkap Pemerinaan Kas Pelanggan Tumbuh
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyebutkan kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebanyak sebesar 19,62% menjadi Rp 2,26 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,89 triliun.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari upaya manajemen yang hati-hati dan selektif dalam mengikuti tender proyek. Perseroan juga menjalankan serangkaian langkah strategis seperti mengidentifikasi potensi risiko proyek, mengevaluasi kredibilitas pelanggan, memastikan kecukupan pendanaan, serta membentuk tim khusus untuk penagihan piutang.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Incar Kenaikan Pendapatan hingga 15% di 2025, Andalkan Lini Bisnis Ini
“Strategi kami berfokus pada keberlanjutan dan mitigasi risiko sejak awal proses tender. Dengan selektif memilih proyek yang sehat secara finansial dan operasional, kami mampu menjaga arus kas tetap positif serta membangun fundamental bisnis yang lebih kuat,” ujar Fandy dalam keterangan resminya, dikutip Senin, (14/4/2025).
Adapun kas bersih yang diperoleh kemudian digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada kreditur, khususnya dalam rangka penyelesaian tahapan Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) tahap 3, 4, dan 5.
“Langkah ini juga menunjukkan komitmen WSBP dalam menjaga integritas keuangan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Fandy.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Cetak Kenaikan Pendapatan 31,58% di 2024, Sebaliknya Rugi Membengkak
Selain itu, sepanjang tahun 2024, WSBP berhasil mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 2,37 triliun yang berasal dari berbagai lini bisnis. Lini precast berkontribusi sebesar Rp 860,85 miliar, diikuti oleh lini Readymix & Quarry sebesar Rp 913,16 miliar, Jasa Konstruksi & Instalasi sebesar Rp 574,5 miliar, serta lini Sewa Alat sebesar Rp 20,23 miliar.
Meski mencatatkan kenaikan arus kas dari pelanggan, perseoran justru berbalik rugi tahun berjalan jumbo mencapai Rp 997,30 miliar sepanjang 2024, dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya Rp 6,30 triliun.
Lompatan rugi bersih tersebut dipengaruhi atas beban lain-lain mencapai Rp 376,08 miliar tahun 2024, dibandingkan pendapatan lain-lain bersih tahun sebelumnya Rp 976,45 miliar. Rugi bersih tersebut juga akibat peningkatan beban keuangan dari Rp 246,,96 miliar menjadi Rp 283,91 miliar.

