OASA Gaet Raksasa Energi Asal China Bangun PSEL di Tangsel
JAKARTA, investortrust.id - PT. Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) lewat anak perusahaannya PT. Indoplas Energi Hijau menggandeng perusahaan energi asal China, China Tianying Inc (CNTY), untuk proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Dengan investasi Rp 2,65 triliun, PSEL ini akan berlokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten.
Presiden Direktur OASA, Bobby Gafur Utama, mengatakan bahwa CNTY merupakan perusahaan berpengalaman dalam mengolah proyek tersebut di berbagai negara. Yang terpenting PSEL ini juga telah memiliki sertifikasi standar internasional yang mengacu pada standar Eropa.
"CNTY mengadopsi teknologi terbaik dari Indoplas untuk mengatasi masalah sampah yang semakin parah di Indonesia. Mereka juga pintar dalam hal ini karena mengakuisisi perusahaan di Eropa agar bisa cepat memperoleh sertifikat tersebut," kata Bobby dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Dirut OASA Tegaskan Pentingnya Hilirisasi Sawit agar Indonesia Jadi Negara Maju
Bobby menyebut bahwa Surat Penetapan Pemenang Lelang dari Pemkot Tangsel telah mereka dapatkan sebelum Lebaran 2025 kemarin, pada 21 Maret 2025. Nantinya proses groundbreaking diharapkan segera berlangsung dalam tahun ini.
"Kita harapkan sudah bisa groundbreaking tahun ini, sehingga akhir 2028 itu sudah mulai bisa beroperasi," jelasnya.
Vice President China Tianying Inc, Song Chang Guang, menyebut perusahaan tertarik terlibat dalam proyek ini karena besarnya potensi ekonomi di Indonesia yang secara tidak langsung ikut mendorong munculnya sampah-sampah baru.
"Dengan perekonomian (meningkat) pasti muncul sampah-sampah baru yang banyak, jadi pasti membutuhkan fasilitas untuk mengolahnya," kata Song.
Lebih lanjut, PSEL yang dibangun diklaim sudah sangat modern dan ramah lingkungan. Fasilitas ini juga diklaim mampu mengolah 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama per hari.
Booby menyebut bahwa teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator, yaitu sistem pembakaran bergerak di mana sampah terus digerakkan untuk dibakar. Panas yang dihasilkan akan diubah menjadi energi listrik melalui turbin.
"Emisi asap akan di-filter sampai mendapat sertifikasi green berstandar Eropa. Ini penting karena pembiayaan proyek pun mempertimbangkan sertifikasi tersebut," jelasnya.
Proyek ini menggunakan skema kerja sama BOT dengan masa konsesi selama 27 tahun dan konstruksi selama tiga tahun, di mana CNTY menjadi pemegang lisensi teknologi yang akan digunakan, sementara OASA akan menjadi pemegang saham mayoritas. (C-13)

