Laba Melesat 44,6% Tahun 2024, Hartadinata Abadi (HRTA) Fokuskan Strategi Ini di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membidik pertumbuhan bisnis tahun ini melalui fokus kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, seperti BSI dan Pegadaian. Pasalnya, kedua BUMN ini berperan penting dalam memperkuat jaringan ekosistem Bullion Bank di Indonesia. Perusahaan juga merancang peluncuran koleksi terbaru dan cantik dari perhiasan dengan merek Ardore tahun ini.
Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, perseroan akan berfokus pada beberapa strategi utama di 2025, yaitu memperkuat posisi Hartadinata sebagai pemasok utama dalam ekosistem Bullion Bank di Indonesia. Manajemen juga bermaksud untuk meningkatkan citra perusahaan melalui produk berkualitas dan autentik.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Sukses Torehkan Lompatan Laba 44,60% di 2024
Sedangkan untuk meningkatkan margin, perseroan saat ini sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi LBMA yang didukung kerja sama strategis dari pertambangan emas yang bereputasi di Indonesia. “Untuk menopang produktivitas, saat ini perseroan juga sedang mempersiapkan integrasi pabrik,” tutur Sandra dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Saat ini, Hartadinata telah memiliki produk emas batangan EMASKU® yang diproduksi mulai dari 0,1 gram hingga 1 kilogram. Ini merupakan produk emas batangan yang terstandarisasi SNI, ISO 9001: 2015, dan telah resmi mendapatkan Rekomendasi Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tahun lalu, Hartadinata (HRTA) catatkan lonjakan laba sebanyak 44,6% (yoy) menjadi Rp 442,18 miliar, dari pendapatan Rp 18,23 triliun yang tumbuh 41,78% (yoy).
Baca Juga
“2024 merupakan tahun yang luar biasa sekaligus penuh tantangan bagi kami. Di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global serta melemahnya daya beli masyarakat, kami tetap berhasil mencatatkan kinerja yang positif dan berkelanjutan,” jelas Sandra Sunanto.
Dia mengatakan, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh peningkatan volume penjualan dalam emas serta kenaikan dari harga jual rata-rata. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 16,83% (yoy) menjadi 15,11 ton tahun lalu.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Bidik Penjualan 500 Kg Emas per Bulan ke ‘Bullion Bank’ Indonesia
Disisi lain, penjualan ke segmen grosir juga turut berkontribusi sebesar 62,32%, segmen ritel meningkat menjadi 25,95%, serta segmen gadai meningkat jadi 0,45%. Sementara itu, penjualan ekspor terkoreksi menjadi 11,23%.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami dalam menghadirkan inovasi, menjaga standar kualitas produk dan layanan, serta memperkuat kepercayaan dari para pemangku kepentingan, terutama mitra bisnis dan pelanggan. Kami berkomitmen dan optimistis untuk terus mencetak kinerja yang solid,” papar Sandra.
Selain itu, seluruh produk emas batangan EMASKU® yang diproduksi mulai dari 0,1 gram hingga 1 kilogram juga merupakan produk emas batangan yang terstandarisasi SNI, ISO 9001: 2015 dan telah resmi mendapatkan Rekomendasi Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai pionir di industri emas, HRTA tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi selalu mengedepankan inovasi untuk memberikan nilai dan membangun kepercayaan dengan konsumen serta pemangku kepentingan.
Hartadinata (HRTA) berfokus pada beberapa strategi utama di tahun 2025, yaitu memperkuat positioning perseroan sebagai pemain utama dalam ekosistem Bullion Bank di Indonesia. Peningkatan brand image korporasi melalui produk berkualitas dan autentik. Untuk meningkatkan margin, perseroan sedang memproses untuk mendapatkan sertifikasi LBMA yang didukung oleh kerjasama strategis dari pertambangan emas yang bereputasi di Indonesia. Untuk menopang produktivitas, Sandra menuturkan bahwa saat ini perseroan juga sedang mempersiapkan integrasi pabrik.

