Sunindo (SUNI) Catat Lompatan Laba 103,6%, Bahkan Lampaui Target Manajemen
JAKARTA, investortrust.id - Laba bersih PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) melesat sebanyak 103,6% menjadi Rp 205,1 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 100,9 miliar. Bahkan, torehan laba tersebut telah melampaui target manajemen atau setara dengan 102,7%.
Manajemen SUNI dalam keterangan tertulisnya Rabu, (9/4/2025) menyebutkan. sejalan dengan peningkatan laba bersih, SUNI catatkan pertumbuhan pendapatan usaha 2024 menjadi Rp 1,04 triliun atau meningkat 37,3% dari periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp 762,4 miliar dan telah mencapai target pendapatan Perseroan tahun ini sebesar 105,3%.
Baca Juga
Sunindo (SUNI) Menangkan Tender dari Pertamina, Nilainya Segini
Penguatan mengesankan kinerja keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan OCTG tubing dan casing dengan kenaikan masing-masing secara tahunan sebesar 40,2% dan 21,4%.
SUNI juga berhasil meningkatkan ekuitas sebesar 33% menjadi Rp 782,5 miliar dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ekuitas tersebut sudah termasuk dengan pembagian dividen sebesar Rp 11 miliar sesuai dengan keputusan RUPST pada tanggal 12 Juni 2024 lalu. Perseroan juga berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan debt to equity ratio (DER) pada level 0,4 kali atau jauh berada di bawah ketentuan kredit yaitu maksimal 2,5 kali.
Tak hanya itu, manajemen SUNI mengungkap, terctat arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp 269,5 miliar atau meningkat sebesar 1008,4% secara tahunan sepanjang 2024. Peningkatan arus kas operasional yang signifikan ini sejalan peningkatan laba Perseroan.
Baca Juga
Sunindo Pratama (SUNI) Targetkan Pengoperasian Pabrik Kedua di Batam mulai 2025
Selain itu, perseroan melakukan investasi sebesar Rp 200,7 miliar untuk pembelian mesin dan pembangunan pabrik, nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 68,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,9 miliar.
Peningkatan ini disebabkan peningkatan kegiatan pembangunan pabrik ke-2 Perseroan di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dari aktivitas pendanaan, arus kas bersih mengalami penurunan sebesar 86,7% terutama disebabkan penerimaan dana IPO pada tahun 2023.

