Sunindo Pratama (SUNI) Targetkan Pengoperasian Pabrik Kedua di Batam mulai 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) menargetkan peningkatan kapasitas produksi in house anak usahanya PT Rainbow Tubular Manufacture (RTM) di Batam terealiasi tahun depan. Pengoperasian ini diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan tahun depan.
Direktur Utama SUNI Willy Johan Chandra mengatakan, perseroan masih focus pada peningkatan kapasitas produksi in house Rainbow Tubular Manufacture (RTM) di Batam. "Fasilitas plant 2 RTM ini ditargetkan untuk beroperasi pada awal kuartal III-2025. Peningkatan kapasitas produksi tersebut ini diharapkan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan perseroan serta menjamin dan ketersediaan OCTG tubing secara nasional”, kata Willy dalam keterangan resminya yang diterima investortrust.id Senin (28/10/2024).
Baca Juga
Selain ekspansi tersebut, dia mengatakan, perseroan telah menyelesaikan pendirian workshop untuk produk wellhead dan x’mas tree sebagai langkah lanjutan pembentukan joint venture bersama Jiangsu Jinshi Machinery Group (JMP) dengan PT Petro Sinergy Manufacturing (PSM). Saat ini, PSM tengah mengurus perijinan dan sertifikasi agar dapat beroperasi secara komersial.
PSM akan menjadi strategic asset kedua perseroan yang untuk menghasilkan wellhead dan x’mas tree yang memenuhi TKDN dan berstandar internasional dengan harga yang kompetitif. Proses audit sertifikasi API telah selesai pada awal Oktober ini dan diharapkan dapat segera selesai proses sertifikasinya, selain itu PSM juga sedang mengurus sertfikasi TKDN, sehingga PSM dapat segera beroperasi dan berkontribusi pada kinerja SUNI.
Baca Juga
Industri Hulu Migas Membara, Saham Sunindo (SUNI) Diprediksi Menuju Level Rp 1.200
Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 192,7 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai investasi pada pabrik kedua Rainbow Tubular Manufacture (RTM).
“Capex tersebut diharapkan terealisasi seluruhnya pada akhir tahun ini dan nantinya ditambah lagi pada semester 1-2025 sesuai dengan skedul kegiatan proyek pembangunan pabrik baru tersebut”, kata Direktur Keuangan PTBA, Freddy Soejandy.

