Timah (TINS) Cetak Lonjakan Laba Jadi Rp 1,19 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) membukukan lompatan laba bersih sebanyak 364% menjadi Rp 1,19 triliun sepanjang 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 29,37% menjadi Rp 10,86 triliun.
Manajemen TINS dalam pernyataan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, menyebutkan bahwa pertumbuhan pesat kinerja keuangan tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional. Di antaranya, produksi bijih timah meningkat menjadi 19.437 ton Sn pada akhir tahun 2024, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 14.855 ton Sn.
Baca Juga
Meski Royalti Ekspor Timah akan Naik, Target Harga Saham TINS Tetap Tinggi
Peningkatan tersebut ditopang adanya peningkatan jumlah unit tambang darat, produktivitas objek tambang laut, dan optimalisasi arah penggalian dengan melakukan bor pandu pada blok rencana kerja.
Peningkatan tersebut berdampak terhadap kenaikan produksi logam timah TINS sebanyak 23% menjadi 18.915 metrik ton tahun 2024, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 15.340 metrik ton. Penjualan logam timah juga meningkat 22% menjadi 17.507 ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14.385 ton.
Pertumbuhan pesat kinerja keungan tersebut juga didukung peningkatan rata-rata harga jual logam timah sebanyak 17% menjadi US$ 31.181 per metrik ton tahun 2024, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 26.583 per metrik ton. Sedangkan penyebaran penjualan timah perseroan tahun lalu terdiri atas penjualan timah domestik sebanyak 12% dan ekspor logam timah sebesar 88% dengan enam besar negara tujuan ekspor meliputi Korea Selatan 19%; Singapura 18%; Jepang 15%; Belanda 12%; India 10%; dan China 7%.
Baca Juga
“Di tengah kondisi ekonomi makro dan pasokan logam timah global yang kurang mendukung, Perseroan berhasil mencapai kinerja yang cemerlang tahun 2024 dengan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang membukukan rugi bersih sebesar Rp 449,67 miliar dengan optimalisasi kinerja produksi, pemasaran dan keuangan dalam hal menurunkan interest bearing debt dan efisiensi.“ ujar Fina Eliani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS.
Dia menagtakan, kinerja keuangan perseroan tersebut menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya quick ratui sebesar 73,2%, current ratio sebesar 222,0%, debt to asset ratio sebesar 41,8%, dan debt to equity ratio sebesar 71,8%. Sepanjang tahun 2024. Perseroan juga telah melakukan upaya efisiensi dan optimalisasi biaya dalam bentuk penurunan fixed cost melalui pengeluaran investasi yang selektif ke investasi penunjang operasi untuk memitigasi kenaikan beban depresiasi dan menjaga cashflow.

