Trump Ancam Kenakan Tarif 100% pada Tiongkok
WASHINGTON, Investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% pada Tiongkok jika Negeri Tirai Bambu itu tidak menarik tarif balasan 34%, sehingga kemungkinan tarif yang dikenakan pada ekspor Tiongkok ke AS menjadi lebih 100%.
Dalam unggahan di Truth Social, Presiden Trump mengatakan, tarif balasan Tiongkok terhadap impor AS merupakan "penyalahgunaan" yang menambah beban berat eksportir AS ke Tiongkok.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Kembali Melonjak di Atas 4%, Meski Tarif Trump Bayangi Pertumbuhan Ekonomi
Adapun tarif yang dihadapi China saat ini mencapai 54% jika bea masuk awal Trump atas impor diperhitungkan.
"Jika Tiongkok tidak menarik tarif 34% paling lambat 8 April 2025, Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% kepada Tiongkok, yang akan berlaku efektif mulai 9 April," kata Trump dilansie City AM, Selasa (8/4/2025).
Ia mengatakan, semua negosiasi dengan China akan diakhiri jika tidak mematuhi tuntutan pemerintahan AS.
Goldman Sachs mengatakan, potensi resesi global makin besar menjadi 45%. Sementara analis UBS memperkirakan impor AS akan turun lebih 2% dalam beberapa kuartal berikutnya.
Baca Juga
Wall Street Masih Terguncang Tarif Trump, Dow Jones Anjlok Lebih dari 300 Poin
“Kekuatan tindakan perdagangan menyiratkan penyesuaian makroekonomi substansial terhadap ekonomi senilai US$ 30 triliun dalam empat hingga delapan kuartal,” kata ekonom UBS Jonathan Pingle.
Beberapa ekonom memperingatkan bahwa meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan China dapat mengalihkan produk murah ke Inggris. Pergeseran tersebut dapat menurunkan inflasi di Inggris tetapi merugikan bisnis.
“Barang-barang murah dapat mengurangi inflasi di Inggris tetapi akan berdampak pada bisnis karena mereka dipaksa bersaing dengan bisnis asing yang membanjiri pasar dengan barang-barang murah,” kata penasihat MHA Profesor Joe Nellis.

