IHSG Diprediksi Bergerak Bearish di Hari Perdana Transaksi Usai Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025) atau perdagangan pertama usai libur lebaran ini, diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.308-6.700. Posisi indeks masih berada dalam trend bearish.
Pada perdagangan hari terakhir sebelum libur lebaran menguat sebanyak 38,26 poin (0,59%) menjadi 6.510,62 pada perdagangan Kamis (27/3/2025). Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 623,46 miliar dengan memborong saham BBRI dan BMRI.
Baca Juga
Apindo Minta Pemerintah Segera Identifikasi Komoditas yang Ringankan Tarif Impor AS
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa secara tren jangka panjang, IHSG masih berada dalam trend bearish dan terbuka peluang terjadi penurunan ke level suppor terdekat 6.308, jika indeks tidak berhasil breakout hari ini.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi kejatuhan seluruh indeks bursa saham global selama libur Nyepi dan Lebaran. Sebagaimana diketahui kejatuhan tersebut dipicu atas kebijakan resiprokral Trump terkait kenaikan tarif impor barang di negara tersebut.
Kebijakan tersebut telah membuat kejatuhan seluruh indeks bursa saham dunia, hampir semua negara mengalami penurunan indeks lebih dari 5% dalam sepekan terakhir selama libur lebaran.
Di tengah peluang penurunan indeks tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham NCKL dengan target harga Rp 710-730. Sebaliknya saham ASII, ISAT, dan GJTL direkomendasikan jual.
Baca Juga
Pemerintah RI Enggan Bocorkan Isi Penawaran untuk Negosiasi dengan AS
Sebelumnya, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit memperkirakan, IHSG berpotensi tertekan pada pembukaan perdangan besok, mengingat secara global pergerakan market turut relatif tertekan setelah pengumuman tarif impor baru dan rencana kebijakan The Fed ke depan.
"Kami memperkiran support IHSG terdekat 6.312 dan resist 6.557 pada pembukaan perdagangan besok, Selasa 8 April 2025," kata Didit.

