Lo Kheng Hong Sebut Hari Ini Ada Hujan Emas di BEI
JAKARTA, investortrust.id - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dibuka Selasa (8/4/2025) usai libur panjang Idulfitri. Hampir semua analis memprediksi perdagangan saham pertama di BEI pada esok hari akan jeblok karena banyaknya sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terjun bebas hingga berada di bawah level 6.000. Sedangkan saham emiten orientasi ekspor diprediksi menjadi pemberat utama.
Kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang memicu ketidakpastian ekonomi disebut-sebut bakal jadi pemicu utama anjloknya perdagangan saham besok. Tren penurunan harga saham juga terjadi di berbagai negara, mulai dari AS hingga beberapa negara di Asia.
Menyikapi hal tersebut, investor kawakan Lo Kheng Hong justru menantikan-nantikan perdagangan Selasa. Bahkan, ia menyebut Selasa ini akan ada hujan emas di BEI. "Hujan emas di sektor komoditas," ujarnya kepada Investortrust, Senin (7/4/2025).
Ia pun mengibaratkan momen yang terjadi di bursa saat krisis adalah hujan emas. "Jadi ketika pandemi, kita harus membawa ember yang besar dan kita tampung emas itu. Kita membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang murah," katanya.
Investor yang sering disebut Warren Buffet asal Indonesia dan sering disapa Pak Lo ini sempat menuturkan ada dua sektor saham yang paling tangguh. Dua sektor itu ialah perbankan dan komoditas, khususnya batu bara. Namun ia mengatakan, investor perlu memilih saham yang luar biasa atau wonderful company jika mau mengkoleksi saham-saham di sektor tersebut.
Sementara menghadapi kondisi dunia yang tengah bergejolak seperti saat ini, Pak Lo mengingatkan para investor agar tidak panik. Ia justru melihat penurunan ini sebagai peluang bagi investor untuk menangkap potensi keuntungan di tengah pelemahan harga saham unggulan. Meski begitu, Pak Lo mengingatkan investor terutama para pemula dan investor muda untuk tidak sembarang bertindak.
Pasca Libur Lebaran, IHSG Diprediksi Melemah Sampai ke Level Ini
Berikut 4 tips yang dibagikan Lo Kheng Hong agar bisa menangkap peluang investasi di tengah gejolak ekonomi dunia:
1.Manfaatkan Penurunan sebagai Peluang
Menurut Pak Lo, saat harga saham-saham blue chip turun signifikan, investor sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli saham dengan fundamental yang baik. Hal ini menurutnya perlu dilakukan dengan cermat agar mendapatkan keuntungan. Ia pun menilai bahwa tantangan-tantangan atau gempuran yang berdampak kepada pasar saham Indonesia, menjadi peluang positif.
2.Jangan Tunda Berinvestasi
Pak Lo menegaskan bahwa meskipun investor harus berhati-hati, mereka tidak perlu takut untuk berinvestasi di tengah tren penurunan IHSG. Jika sudah memiliki saham yang dinilai bagus, tidak ada alasan untuk menunda menambah investasi. Selain itu, karena semakin cepat memulai, semakin besar potensi keuntungan yang bisa diraih di masa depan, baik untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang maupun untuk melindungi aset dari inflasi.
3.Pilih Saham Berdasarkan Fundamental yang Kuat
Ia mengingatkan agar investor tidak sembarangan dalam memilih saham ketika memutuskan untuk berinvestasi di tengah kondisi pasar yang sedang turun. Dua hal yang menurut Lo Kheng Hong bisa jadi acuan adalah capaian laba dan riwayat pembagian dividen perusahaan. Ia mengatakan, dalam berinvestasi di pasar saham harus mengetahui seluk beluk dunia korporasi. Investor saham harus mengetahui perusahaan mana yang memiliki fundamental baik dan memiliki prospek bisnis masa depan.
Sehingga, jika ada suatu kondisi ekonomi yang menyebabkan indeks saham merosot dan ada saham perusahaan bagus harganya sedang turun, sebaiknya lakukan pembelian. "Kalau ada Mercy dijual harga Bajaj masa tidak mau," ucapnya.
Pak Lo menjelaskan lebih jauh, dalam berinvestasi wajib mengetahui secara menyeluruh tentang perusahaan tersebut. Mulai dari kinerja keuangan, prospek bisnis dan saham kedepan, hingga track record para direksi dan komisaris yang menakhodai perusahaan tersebut.
4.Investasi Jangka Panjang dan Konsisten
Pak Lo menekankan pentingnya kesabaran dan konsistensi dalam berinvestasi. Ia mencontohkan perjalanannya yang dimulai sejak bekerja sebagai pegawai tata usaha di bank dengan gaji Rp 50 ribu pada 1979. Ia secara disiplin menyisihkan gajinya untuk membeli saham, yang pada akhirnya mengantarnya menjadi salah satu investor sukses di Indonesia.
Baca Juga
Data IHSG Anjlok
Sementara itu, kekhawatiran akan anjloknya IHSG pada esok hari sempat sejenak mengalir ke situs pencarian Google. Situs tersebut bahkan menampilkan data IHSG anjlok hingga 742,01 poin 11,46% pada Senin (7/4/2025). Hal itu menyebabkan IHSG tercatat merosot hingga ke level 5.730,34. Padahal, Senin ini perdagangan di BEI masih libur dan baru buka Selasa esok pagi.
Fenomena data IHSG yang anjlok di Google tersebut terjadi bersamaan dengan runtuhnya Bursa Asia Pasifik pada Senin (7/4/2025). Investor melakukan aksi jual besar-besaran karena kekhawatiran atas perang dagang global yang dipicu oleh kenaikan tarif impor Amerika Serikat yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.
Melansir BBC, Senin (7/4/2025) saham di sejumlah kawasan di Asia anjlok pada Senin ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade. Bursa saham utama di dunia seperti bursa saham Shanghai, Tokyo, Sydney hingga Hong Kong turun drastis. Seorang analis bahkan menyebutnya sebagai "pertumpahan darah". Bursa saham Eropa juga anjlok pada perdagangan awal, dengan perbankan dan perusahaan pertahanan mengalami penurunan terbesar.
Hal ini menyusul kemerosotan saham global pekan lalu usai Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan tarif baru antara 10% dan 46% di sebagian besar negara.
Bursa saham Nikkei di Jepang ditutup dengan penurunan 7,8%, sementara bursa saham ASX 200 di Australia turun 4,2%. Sedangkan bursa saham Kospi di Korea Selatan ditutup 5,6% lebih rendah. Adapun pasar saham Shanghai Composite di China anjlok 7,3% dan Indeks saham Taiwan turun drastis sebesar 9,7%. Sementara itu, bursa saham Hang Seng turun 12,5% dalam penutupan perdagangan saham pada Senin sore.
Sebelumnya, pada perdagangan hari terakhir sebelum libur lebaran, IHSG ditutup di level 6.500-an pada Kamis 27 Maret 2025 yang lalu. Kala itu IHSG pada penutupan naik sebesar 38,26 poin ke level 6.510,62 atau naik 0,59%. IHSG saat itu dibuka di level 6.462 dengan level tertinggi 6.510,62 dan terendah 6.417,24. Volume transaksi tercatat 13,96 miliar, turnover Rp 10,92 triliun dengan frekuensi transaksi 939.389. Sebanyak 359 saham tercatat menguat, 230 saham melemah, dan 206 saham tidak mengalami pergerakan.

