Sejumlah Faktor Ini Topang Lompatan Saham Bank BUMN hingga Dongkrak IHSG Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Lompatan harga saham bank BUMN menjadi faktor utama penopang penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (25/3/2025). Penguatan tersebut ditopang katalis pembagian dividen dengan yield tinggi.
Berdasarkan data penutupan perdagangan BEI, IHSG hari ini ditutup melesat sebanyak 1,21% menjadi 6.235. Kenaikan ini ditopang penguatan saham bank BUMN, seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 12,32% menjadi Rp 2.370, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 6,28% menjadi Rp 4.740, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 5,25% menjadi Rp 3.800.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Rp 43,51 Triliun dan Setujui Buyback Saham Rp 1,17 Triliun
Lompatan juga melanda saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebanyak 4,46% menjadi Rp 820 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 4,84% menjadi Rp 3.900. Sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai emiten market cap terbesar di BEI menguat hanya 1,26% menjadi Rp 8.050.
Tak hanya menguat, pemodal asing mulai kembali akumulasi saham ditunjukkan net buy sepanjang hari ini, yaitu net buy BBRI capai Rp 338,42 miliar, BMRI senilai Rp 51,14 miliar, BRIS Rp 16,78 miliar, dan BBTN Rp 4,57 miliar. Sebaliknya BBNI masih catat net sell Rp 85,66 miliar.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit mengatakan, kenaikan harga saham bank, khususnya bank BUMN, ditopang katalis pembagian dividen. “Kami menilai bahwa penguatan harga emiten perbankan BUMN didukung RUPS dengan keputusan dividen jumbo,” kata Didit kepada investortrust.id Selasa, (25/3/2025).
Selain itu, dia mengatakan, secara teknikal, saham bank sudah memasuki jenuh jual. Hal ini membuka peluang rebound, seperti saham BBRI dengan target harga Rp 3.890 - 4.130, saham BBNI dengan target harga Rp 4.000 - 4.230, dan saham BMRI dengan target harga 4.730 - 5.050.
Baca Juga
BRI (BBRI) Tebar Dividen Rp 51,73 Triliun, Bersiap Buyback Rp 3 Triliun
Senada dengan Didit, VP Marketing Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpandangan bahwa penguatan big bank hari ini didorong sentimen pembagian dividen dengan yield yang kompetitif.
"Contohnya BBRI membagikan Rp 343 per saham setara dengan yield 9%, BMRI membagikan Rp 466 per lembar dengan yield 9,8%, BBNI akan membagikan Rp 345,86 per lembar dengan yield 8,8%," kata Audi saat dihubungi investortrust.id Selasa, (25/3/2025).
Audi menilai dengan yield yang tinggi tersebut membuat pasar merespon positif dengan terjadi kenaikan harga di pasar. Secara teknikal, dia menilai, penguatan masih bisa berlanjut hingga level resistance BBRI dengan target harga Rp 4.050, BMRI dengan target harga Rp 5.050, BBNI dengan target harga 4.120.

