RUPST BRI (BBRI) Setujui Pembagian Dividen Final Rp 208,4 per Saham
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI membagikan dividen final untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 208,4 per saham. Jumlah itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI yang berlangsung pada Senin (24/3/2025) mulai pukul 14.00 WIB di Menara BRILiaN, Jakarta.
"Dividen final Rp 208,4 per lembar," ucap investor senior Lo Kheng Hong yang juga pemegang saham BBRI yang tengah mengikuti RUPST BRI.
Pada penutupan perdagangan Senin (24/3/2025) saham BBRI ditutup turun 90 poin atau 2,43% ke level Rp 3.610 per saham.
Baca Juga
RUPST BRI untuk informasi memiliki 10 mata acara. Berikut rinciannya:
Mata acara pertama, persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, persetujuan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan laporan keuangan program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun Buku 2024.
Mata acara kedua, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2024. Memang yang paling ditunggu-tunggu para pemegang saham tentunya pembagian dividen. Adapun laba tahun berjalan konsolidasian perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 60,15 triliun.
Laba bersih perseroan Tahun Buku 2024 akan digunakan untuk dividen dan laba ditahan dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Perseroan bermaksud membagikan dividen dengan payout ratio sekurang-kurangnya sebesar 85% (termasuk dividen interim yang telah dibayarkan) dengan mempertimbangkan kinerja perseroan yang baik dan kondisi permodalan yang kuat.
b. Sebagai informasi, pada tanggal 15 Januari 2025, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 135 per saham atau sebesar Rp 20,33 triliun dan akan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen Tahun Buku 2024.
Baca Juga
Gelar RUPST Siang Ini, Berikut Profil 3 Nama Kuat yang Dikabarkan Jadi Bos Baru BRI (BBRI)
Mata acara ketiga, penetapan gaji/honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2025, serta tantiem/insentif kinerja/insentif khusus atas kinerja tahun buku 2024 dan/atau Insentif jangka panjang periode tahun 2025-2027, untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Mata acara keempat, penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun buku 2025 serta laporan keuangan program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil untuk tahun buku 2025.
Mata acara kelima, laporan realisasi penggunaan dana Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap III Bank BRI Tahun 2024. Realisasinya mencapai Rp 2.495.193.000.000.
Mata acara keenam, persetujuan pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) BRI. Sebelumnya perseroan telah membuat Recovery Plan tahun 2017 meliputi asesmen materialitas, penentuan opsi pemulihan dansimulasi stress test dengan berbagai skenario.
Mata acara ketujuh, penetapan plafon (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbuku. Hal ini sebagai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No 47 Tahun 2024.
Mata acara kedelapan, persetujuan atas rencana pembelian kembali saham (buyback) dan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) perseroan. Jumlah nilai seluruh buyback diperkirakan sebesar-sebesarnya Rp 3 triliun dan akan diselesaikan paling lama 12 bulan sejak tanggal Rapat.
Mata acara kesembilan, perubahan Anggaran Dasar perseroan, dalam rangka penyesuaian dengan peraturan perundang – undangan antara lain Peraturan OJK No 17 Tahun 2023.
Mata acara kesepuluh, perubahan susunan pengurus perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS yang dihadiri oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Direksi dan Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS dari calon yang diajukan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.

