Investor Institusional Makin Optimistis, 83% Berencana Akan Tambah Alokasi Kripto di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Optimisme terhadap aset kripto di kalangan investor institusional terus meningkat. Sebuah laporan terbaru dari Coinbase dan EY-Parthenon mengungkapkan bahwa 83% investor institusional berencana meningkatkan alokasi mereka pada aset kripto pada 2025.
Melansir CoinTelegraph, Rabu (19/3/2025), laporan ini didasarkan pada survei terhadap lebih dari 350 investor institusional pada Januari 2025. Temuannya menunjukkan bahwa hampir tiga perempat perusahaan yang disurvei telah aset memiliki kripto selain Bitcoin dan Ethereum. Mayoritas dari mereka juga berencana mengalokasikan 5% atau lebih dari portofolio mereka ke aset kripto dalam waktu dekat.
Investor institusional, menurut laporan tersebut, melihat aset uang kripto sebagai peluang terbaik untuk menghasilkan pengembalian yang disesuaikan dengan risiko dalam tiga tahun ke depan.
Di antara kepemilikan alternative coin (altcoin), XRP dan Solana menjadi aset paling populer di kalangan investor institusional. Ketertarikan ini semakin meningkat seiring dengan potensi persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) untuk altcoin oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Baca Juga
OJK Sebut Jumlah Investor Institusi Kripto Sudah Ada 556 per Januari 2025
Sementara itu, menurut Bloomberg Intelligence, Solana dan XRP diperkirakan menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan persetujuan ETF dalam waktu dekat. Hal ini semakin diperkuat dengan langkah Chicago Mercantile Exchange (CME) Group yang meluncurkan kontrak berjangka terkait Solana pada 17 Maret, yang menandai peningkatan adopsi altcoin oleh investor institusional.
Di lain sisi, penggunaan stablecoin juga mengalami lonjakan. Survei menemukan bahwa 84% investor institusional saat ini memegang stablecoin atau sedang menjajaki penggunaannya. Selain sebagai alat transaksi di dunia kripto, stablecoin juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, seperti menghasilkan yield (73%), pertukaran mata uang asing (69%), pengelolaan kas internal (68%), dan pembayaran eksternal (63%).
Baca Juga
Kehadiran Investor Institusi Beri Dampak Positif pada Industri Kripto
Menurut investment bank Citi, adopsi stablecoin yang semakin luas akan mempercepat aktivitas on-chain, termasuk dalam sektor keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi). Saat ini, hanya 24% investor institusional yang menggunakan platform DeFi, tapi angka tersebut diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 75% dalam dua tahun ke depan.
”Lembaga tertarik pada DeFi karena berbagai alasan, menyebutkan derivatif, staking, dan pinjaman sebagai kasus penggunaan yang paling mereka minati, diikuti oleh akses ke altcoin, penyelesaian lintas batas, dan yield farming,” tulis laporan tersebut.

