Airlangga Hartarto Ungkap Penyebab IHSG Longsor
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap penyebab indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok hari ini, Selasa (18/3/2025).
Berdasarkan data Bursa, IHSG anjlok 5,02% ke level 6.146 hingga sempat terkena trading halt pertama selama 30 menit, Selasa (18/3/2025). Seusai trading halt pertama, IHSG kembali lanjutkan koreksi hingga akhirnya ditutup turun sebanyak 395,87 poin (6,12%) menjadi 6.076 pada penutupan sesi I hari ini.
Baca Juga
Airlangga menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang membuat bursa saham anjlok. Pertama, katanya, pasar menunggu kebijakan yang dihasilkan dalam rapat rutin Federal Open Market Committee (FOMC) atau Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Kemudian, katanya, publik juga menunggu rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Selain itu, anjloknya IHSG juga dipengaruhi laporan keuangan salah satu grup usaha.
"Ada saham-saham yang turun akibat mungkin laporan keuangannya atau informasinya keluar, ini ada satu grup lah yang turunnya cukup dalam," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Airlangga mengaku tak khawatir dengan kondisi IHSG saat ini. Dikatakan, fundamental Indonesia masih kuat.
"Kalau dari segi fundamental kuat, kalau penurunan ini kan di berbagai negara saham naik turun biasa. Saat saham-saham negara lain minggu-minggu lalu turun cukup dalam, mungkin kemarin kita belum terlau kena, baru berimbas satu dua hari ini," katanya.
Baca Juga
Sambangi Istana, Airlangga Lapor ke Prabowo soal IHSG Longsor
Meski demikian, Airlangga mengakui akan melaporkan kondisi ekonomi terkini kepada Prabowo dalam pertemuan hari ini. Termasuk mengenai kondisi IHSG.
"Ya tentu perkembangan perekonomian akan dilaporkan ke Bapak Presiden," katanya.

