Begini Dampak Positif Sahabat-AI untuk Bisnis dan Kinerja GoTo!
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkap adanya dampak positif pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Sahabat AI, bagi perusahaan dan ekosistem perusahaan. Pengembangan AI ini memberikan keuntungan strategis, menekan biaya, meningkatkan pengalaman pengguna, dan sekaligus membina talenta teknologi lokal dalam jangka panjang.
Sahabat AI yang tahap pertamanya sudah dirilis sejak November 2024 tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam berbagai uji tolak ukur tugas-tugas spesifik dalam Bahasa Indonesia, menunjukkan tingkat akurasi tinggi dalam membaca hingga menafsirkan teks lokal, dibandingkan dengan model AI global.
Pada November 2024, perseroan meluncurkan Sahabat AI, sebuah Large Language Model (LLM) open-source yang dikembangkan terutama dalam Bahasa Indonesia - serta bahasa-bahasa daerah lainnya - demi memenuhi kebutuhan lokal.
Baca Juga
GTF Catat Lonjakan Pendapatan Bersih 372% di 2024, Pinjaman Tumbuh 172%
Sahabat AI diciptakan melalui kemitraan dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), NVIDIA, AI Singapore dan sejumlah institusi Indonesia lainnya, termasuk Kompas Gramedia dan Universitas Indonesia (UI).
Di dalam paparan kinerja terbarunya, kepada para analis Direktur Utama GoTo Patrick Walujo mengatakan pengembangan AI tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan biaya yang selama ini dilakukan perusahaan.
Selain itu, pengembangan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong talenta-talenta digital Indonesia. "Pada akhirnya, kami melihat pengembangan kemampuan AI kami sendiri sebagai keuntungan strategis, mengurangi biaya, meningkatkan pengalaman pengguna, dan membina talenta teknologi lokal dalam jangka panjang," kata Patrick, dalam Earnings Call, Rabu pekan lalu (12/3/2025).
Patrick mengatakan, Sahabat AI telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam berbagai uji tolak ukur tugas-tugas spesifik dalam Bahasa Indonesia, dibandingkan dengan model AI global. Sebab itu, perseroan sedang mengeksplorasi pemanfaatan Sahabat AI dalam berbagai aplikasi, seperti Chatbot dan teknologi pengenalan karakter optik (optical character recognition atau OCR) untuk menu merchant. “Pengembangan ini akan meningkatkan pengalaman pelanggan dan menyederhanakan proses merchant onboarding,” katanya.
Baca Juga
GOTO Optimistis Cloud dan AI akan Jadi Sumber Efisiensi Baru Tahun Ini
Pada akhirnya, lanjut Patrick, dengan mengembangkan kapabilitas AI milik perusahaan, GoTo bertujuan untuk memperoleh keunggulan strategis, mengurangi biaya, meningkatkan pengalaman pengguna, dan mengembangkan talenta teknologi lokal untuk jangka panjang.
Sebagai informasi, perseroan bersama ISAT merilis tahap pertama Sahabat AI pada 14 November tahun lalu. Turut hadir saat itu sejumlah tokoh penting Tanah Air maupun global, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir dan founder and founder dan CEO NVIDIA, Jensen Huang.
EBITDA Disesuaikan Positif
Rabu pekan lalu, GoTo mengumumkan perseroan mampu mencapai EBITDA grup yang disesuaikan positif Rp 386 miliar untuk tahun buku 2024.
Capaian ini melampaui pedoman yang diberikan perseroan untuk mencapai titik impas di tahun 2024. Pada tahun 2023, GOTO masih mencatatkan EBITDA yang disesuaikan negatif Rp2,25 triliun.
GOTO mengumumkan pertumbuhan pengguna yang bertransaksi bulanan (monthly transacting users/MTU) sebesar 22% pada kuartal IV-2024.
Baca Juga
Lampau Target, GOTO Akhirnya Cetak EBITDA Disesuaikan Positif Rp 386 Miliar di 2024
Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan nilai transaksi bruto (GTV) Grup secara proforma mencapai Rp519,78 triliun, naik 29% dari tahun sebelumnya Rp402,12 triliun.
Pendapatan bruto proforma di 2024 juga naik 30% menjadi Rp18,10 triliun dari sebelumnya Rp13,97 triliun, pendapatan bersih proforma pun naik 93% menjadi Rp14,75 triliun di 2024 dari tahun sebelumnya Rp7,65 triliun. Rugi poeriode berjalan proforma di 2024 yakni Rp3,08 triliun dari tahun sebelumnya rugi hingga Rp87,31 trilliun, terpangkas 96%.
Indikator proforma mengasumsikan Tokopedia dan usaha pengiriman dan fulfillment di bawah GoTo Logistics telah didekonsolidasi dari Grup GoTo sejak 1 Januari 2023.

