ABM Investama (ABMM) Kaji Ekspansi Tambang Emas, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan ekspansi ke bisnis tambang emas. Hal ini sejalan dengan peta jalan perseroan untuk memperbesar kontribusi pendapatan dari di luar dari segmen batu bara.
Direktur ABMM Hans Christian Manoe mengatakan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor strategis. “Kita lihat emas itu lebih feasible dibanding mineral lain. Jadi kalau pakai feasibility study margin dan EBITDA-nya bagus. Kita lihat pengolahannya, teknis pengolahnya gimana. Sisi strategik seperti itu kita lihat,” kata Hans di acara media gathering, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga
Bernilai US$ 57 Juta, ABM Investama (ABMM) Akuisisi Tambang Batu Bara dari United Tractors (UNTR)
Mengingat ABMM masih belum memiliki pengalaman di bisnis pertambangan emas, Hans mengatakan, perseroan bakal masuk secara perlahan. Saat ini, pihaknya masih terus mencari aset-aset tambang emas potensial yang bisa dijajaki.
“Kita akan masuk tambang emas secara bertahap mulai dari kepemilikan minoritas sekitar 25-30% sampai merasa nyaman kemudian porsinya dinaikkan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Hans membeberkan, saat ini sudah ada dua tambang emas yang masuk dalam pipeline perseroan. Kedua tambang tersebut sudah beroperasi (brownfield), namun kapasitas produksinya belum terlalu besar.
Baca Juga
ABM Investama (ABMM) Akuisisi Anak Usaha Perusahaan Logistik Global Asal Prancis
“Begitu kita bisa tingkatkan, kita tingkatkan. Tapi awalnya mungkin kecil dulu. Belajar dulu lah. Biar risikonya lebih kecil. Jangan sampai salah ngambil keputusan gitu loh. Hati-hati banget,” terang Hans.
Dia pun menegaskan bahwa ekspansi ke tambang emas ini bukan dikarenakan harga emas yang sedang tren naik. “Bukan (karena harga emas sekarang lag bagus). Kalau trigger itu, nanti harga apa yang lagi tinggi, kita masuk situ. Besok-besok turun, pindah lagi. Tidak demikian,” ucap dia.

