United Tractors (UNTR) Lepas Saham Satu Perusahaan Batu Bara, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) melepas mayoritas atau mencapai 60% saham perusahaan tambang batu bara PT Piranti Jaya Utama senilai US$ 34,20 juta. Aksi ini bertujuan untuk merampingkan lini bisnis tambang batu bara. Sedangkan saham UNTR diproyeksikan tetap menjanjikan dengan potensi penguatan terbuka lebar ke depan.
Manajemen UNTR dalam pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/3/2025), menyebutkan bahwa UNTR melepas 60% saham Piranti Jaya utama melalui PT Borneo Berkat Makmur (BBM). BBM sendiri merupakan anak usaha PT Tuah Turangga Agung (TTA) dan BBM tercatat sebagai pengendali Piranti Jaya.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Cetak Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 134,4 Triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
Manajemen UNTR menyebutkan bahwa transaksi tersebut bernilai US$ 34,20 juta dengan tujuan transaksi untuk merampingkan bisnis tambang batu bara perseroan untuk menjalankan proses operasi yang terfokus, efektif, dan optimal.
Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan kemarin memepertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 39.500. Target harga tersebut mengggambarkan kinerja keuangan solid dengan pertumbuhan pesat segmen emas.
Tahun lalu, UNTR mencatatkan laba bersih Rp 19,35 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 20,61 triliun. Penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justur menguat 5% dari Rp 128,58 triliun menjadi Rp 134,42 triliun.
“Realisasi laba tersebut di atas target consensus analis atau merefleksikan 103%. Namun angka tersebut masih di bawah target yang ditetapkan Sucor Sekuritas,” tulisnya dalam risetnya.
Baca Juga
Saat Harga Emas Bullish, Saham United Tractors (UNTR) Jadi Pilihan Teratas, Ini Pertimbangannya
Salah satu segmen usaha perseroan dengan pertumbuhan pesat adalah segmen emas dengan kontribusi mencapai 10% terhadap total pendapatan 2024, dibandingkan tahun 2023 baru mencapai 5%. Segmen ini juga menyumbang sebanyak 20% terhadap laba bersih, dibandingkan tahun 2023 hanya mencapai 5%.
Pertumbuhan pesat segmen usaha emas didukung atas peningkatan volume penjualan bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual. Kenaikan didukung mulai berkontribusinya tambang emas Sumbawa Jutaraya mulai kuartal IV-2024.
Didukung kinerja keuangan solid tersebut, Sucor Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 39.500. UNTR memiliki kas internal kuat, neraca keuangan kuat, dan kecenderungan belanja modal terus turun.

